Atletico langsung menekan. Peluang pertama hadir pada menit ke-8 melalui kerja sama Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone yang memberi ruang bagi Julian Alvarez, tetapi tembakannya melebar di sisi kiri gawang.

Arsenal merespons lewat percobaan Riccardo Calafiori dari luar kotak penalti, yang masih melambung. Pada menit ke-34, tuan rumah sempat meminta penalti setelah Leandro Trossard terjatuh akibat kontak dengan Griezmann. Namun, wasit tidak menggubris protes tersebut.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum. Pada menit ke-44, Bukayo Saka mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah dari sepakan Leandro Trossard hasil kerja sama dengan Viktor Gyokeres.

Pada babak kedua, Atletico tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Giuliano Simeone terjatuh di kotak penalti saat berduel dengan Gabriel Magalhaes, tetapi wasit lagi-lagi tidak memberikan penalti.

Serangan demi serangan terus dilancarkan tim asuhan Diego Simeone, tetapi kiper Arsenal David Raya tampil solid di bawah mistar. Di sisi lain, Arsenal hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-65 melalui sepakan Gyokeres yang melambung tipis di atas gawang.

Menjelang akhir laga, Atletico meningkatkan intensitas serangan. Alexander Sorloth yang masuk sebagai pemain pengganti menciptakan peluang, termasuk memberi umpan backheel kepada Marcos Llorente, sayang tak membuahkan hasil.

Peluang lain Sorloth juga berhasil diblok lini pertahanan Arsenal. Arsenal melaju ke partai puncak dengan agregat 2-1.

Susunan pemain:

Arsenal (4-2-3-1): Raya; Ben White, Saliba, Gabriel, Calafiori (Hincapie 58’); Rice, Lewis-Skelly (Zubimendi 73’); Saka (Madueke 58’), Eze (Odegaard 58’), Trossard (Martinelli 83’); Gyokeres

Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Pubill, Le Normand (Sorloth 57’), Hancko, Ruggeri; Simeone (Cardoso 57’), Llorente, Koke, Lookman (Molina 57’); Griezmann (Baena 66’), Alvarez (Almada 66’)