Perlu diketahui bahwa penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia menggunakan metoda rukyat dan hisab. Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab. Pada hari rukyat tanggal 19 Maret 2026 Masehi, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 0° 54' 27" (0,91°) s.d. 3° 07′ 52" (3,13°) dan elongasi antara 4° 32' 40" (4,54°) s.d. 6° 06' 11" (6,10°).
Sementara kriteria MABIMS (3-6,4) pada tanggal 29 Ramadan 1447 H/19 Maret 2026 M posisi hilal di sebagian wilayah Provinsi Aceh telah memenuhi parameter tinggi hilal minimum 3° pada kriteria MABIMS, namun tidak memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat.