Terlepas dari hasil pertandingan, ada hal penting yang ingin ditanamkan sepanjang kompetisi antar-universitas ini melalui kampanye “Lelaki Bercerita”.
Itu adalah sebuah gerakan user generated content (UGC) yang mengajak laki-laki, khususnya mahasiswa dan pemain sepak bola, untuk berbagi cara mereka mengekspresikan emosi secara sehat, mencari dukungan, dan menemukan solusi tanpa rasa malu, tanpa stigma.
Kampanye ini lahir dari keyakinan mendalam bahwa lapangan sepak bola bukan hanya arena kompetisi. Ia adalah ruang di mana kepercayaan dibangun, solidaritas diuji, dan keberanian bukan hanya soal skill, tapi juga soal jujur pada diri sendiri.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, dalam pidatonya pada acara seminar Play for Peace di Jakarta, 14 April 2026.
“Olahraga tim, terutama sepak bola, merupakan pintu masuk untuk pendekatan yang mudah diakses, bebas stigma, dan berakar pada komunitas,” ucap Gita.
Melalui kampanye ini, Liga Universitas Coca-Cola ingin membuktikan bahwa laki-laki yang berani bercerita bukanlah laki-laki yang lemah, melainkan laki-laki yang cukup kuat untuk jujur.
Tujuannya, membangun ruang aman di mana laki-laki merasa bebas berbagi pengalaman emosional mereka, lewat olahraga sebagai jembatan, sekaligus menginspirasi jutaan anak muda Indonesia untuk melihat kesehatan mental bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai kekuatan.