GianniGianni Infantino. (FIFA)

Di balik euforia tersebut, FIFA menghadapi kritik tajam terkait mahalnya harga tiket.

Kelompok suporter Football Supporters Europe bahkan menyebut situasi ini sebagai "pengkhianatan" terhadap fans setia.

Lonjakan harga paling ekstrem terlihat di pasar penjualan kembali (resale).

Infantino berdalih bahwa lonjakan ini dipengaruhi oleh sistem dynamic pricing yang lazim di Amerika Serikat, di mana harga fluktuatif mengikuti mekanisme pasar.

"Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa platform resmi memungkinkan penjualan kembali yang mengikuti mekanisme pasar saat ini.

FIFA menargetkan pendapatan lebih dari 11 miliar dollar AS, yang menurut Infantino akan diinvestasikan kembali ke 211 negara anggota untuk pengembangan sepak bola.