Vinicius Junior dan Xabi Alonso (@thescreenlad)
Bale meyakini bahwa Alonso telah melakukan kesalahan dalam pendekatan kepada para pemain Real Madrid.
"Saya tidak terkejut. Saya sangat mengerti bagaimana Real Madrid bekerja, dan jika hasilnya tidak sesuai harapan dan tidak perlu banyak perubahan, Anda akan dipecat," kata Bale.
"Xabi adalah pelatih yang luar biasa dengan apa yang dia lakukan di Bayer Leverkusen. Tetapi, ketika tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih."
"Lebih dari sekadar menjadi pelatih, Anda perlu mengelola ego di ruang ganti. Anda harus menenangkan ego dan tidak perlu melakukan banyak pekerjaan taktis," lanjut Bale.
Sebagai contoh, Bale menyebut tiga pelatih paling sukses Real Madrid, Vicente del Bosque, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane.
Ketiganya menurut Bale miliki kesamaan utama dalam manajemen manusia.
Tidak satu pun dianggap ahli taktik seperti Pep Guardiola, Johan Cruyff, atau Jurgen Klopp.
Namun, mereka punya kemampuan manajemen ego dan mendapat rasa hormat dari pemain.
Bale menilai, meskipun Alonso pernah bermain lima tahun di Madrid, dia gagal paham inti permasalahan.
Alonso disebut coba mengerjakan terlalu banyak hal sendiri, seperti di Bundesliga, tapi itu tidak berhasil di ruang ganti Madrid.