Istilah bottle job kembali menghantui Arsenal terutamanya pembicaraan di Inggris. Itu istilah untuk kegagalan di momen krusial, atau kehilangan kontrol atas sesuatu yang penting.

Arsenal sudah tidak meraih trofi sejak 2020 di era Mikel Arteta, juga tak pernah memenangi Premier League sejak 2004.

Kini, Arsenal berjarak lima poin dari Manchester City dengan memainkan satu laga lebih banyak.

Man City bisa menyalip Arsenal jika terus menang sementara Arsenal kehilangan poin di dua laga. Pandit sepak bola, Paul Merson, menilai tekanan kepada Arsenal kini kian besar.

ArsenalArsenal imbang 2-2 di kandang Wolves (premierleague)

"Ini mengecewakan," kata Merson di Sky Sports.

"Anda tidak bisa bermain dengan santai. Ketika Wolves unggul 2-2, ada urgensi." "Mereka tidak memiliki itu sebelumnya. Anda tidak bisa bermain seperti itu. Setiap pertandingan adalah final sampai akhir."

"Sekarang semuanya akan berjalan dengan intensitas penuh, mereka akan kehilangan momentum, dan akhirnya menyerah."

"Sekarang semuanya akan berjalan dengan intensitas penuh - bermain imbang di kandang Brentford dan kemudian unggul dua gol melawan tim terburuk di liga."

Merson juga terkejut dengan komentar Mikel Arteta, yang menerima kritik dari publik karena Arsenal memang tak layak menang di markas Wolves.

MikelMikel Arteta (arsenal.com)

"Saya cukup terkejut dengan wawancara Arteta. Ini pertama kalinya saya melihatnya tidak terlalu positif," tambah Merson.

"Biasanya dia akan berkata, 'Kami melakukan ini, kami melakukan itu'."

"Dia mengatakan, 'Kami pantas menerimanya' alih-alih mengatakan, 'Kami unggul lima poin. Selama kami tidak dikalahkan oleh Manchester City, kami akan memenangkan liga'."

"Tidak seperti itu. Saya sedikit khawatir dengan wawancara itu. Bahkan dia sekarang pun berpikir."

"Anda hanya bisa melakukan begitu banyak untuk tim dan ketika Anda menonton itu, ada sesuatu yang hilang, saya tidak bisa menjelaskannya dengan tepat tetapi ada sesuatu yang hilang," pungkasnya.