Ditambahkan oleh Spalletti, Juventus memiliki karakter bagus karena tim tahu cara mengatasi tekanan setelah sempat tertinggal 0-2 kontra Lazio.
"Kami harus hidup di bawah tekanan, itulah keindahan sepak bola, ketika Anda harus membalikkan hasil 2-0 di awal babak kedua, padahal itu sama sekali bukan rencana kami," tambah Spalletti.
"Saat itulah Anda menguji diri sendiri dan melihat apakah Anda mampu mengatasi ketegangan di level tertinggi, itulah yang harus kami nikmati, melihat apakah kami pantas berada di level ini atau tidak."
"Karakter berarti ketika semuanya berjalan salah dan Anda membutuhkan pikiran jernih untuk membuat pilihan. Itulah yang membuat perbedaan."
"Tim ini membalikkan situasi yang sangat sulit, menampilkan performa yang luar biasa, jadi kami melangkah maju dengan perasaan yakin," pungkasnya.