Timnas Bosnia-Herzegovina tantang Italia di final play-off Piala Dunia 2026 (Foto: Football-Italia)
"Bosnia menunggu mereka (Italia) dengan tangan terbuka," kata eks Juventus dan pemain timnas Bosnia, Miralem Pjanic.
"Kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti. Italia adalah Italia, dan kami sangat menghormati mereka, tetapi siapa yang tahu?"
"Mereka harus pandai bermain di lingkungan yang buruk. Mereka membutuhkan kepribadian untuk meninggalkan Zenica dengan kemenangan."
Bermain di kandang dapat jadi faktor yang merepotkan Italia, tetapi Bosnia tetap berstatus non-unggulan.
Bahkan menurut pelatih asal Italia, Roberto Cevoli, yang kini menangani San Marino, Bosnia lawan yang lambat dan mudah diprediksi. Cevoli menuturkannya setelah baru ini San Marino melawan Bosnia.
"Bosnia sangat lambat dalam pergerakan mereka, yang merupakan hal positif bagi Azzurri," papar Cevoli di Football-Italia.
"Kami menekan mereka tinggi-tinggi di Zenica dan melakukan penjagaan ganda terhadap siapa pun yang menguasai bola."
"Mereka agak mudah ditebak, dan tidak memiliki pemain yang sangat cepat, tetapi waspadalah, jangan meremehkan faktor lingkungan."
"Dzeko masih prima dan tetap menentukan di usia 40 tahun, tetapi di pertandingan kedua itu saya sangat terkesan dengan Alajbegovic, yang mencetak gol internasional pertamanya melawan kami."
"Dia berlari, menggiring bola, dan memiliki kemampuan menggunakan kedua kaki, jadi Italia harus mengawasinya," pungkasnya.