
Teknologi ini dirancang untuk membantu analisis pertandingan sekaligus menciptakan kesetaraan akses data di level elite sepak bola.
Sistem ini menganalisis ratusan juta titik data sepak bola milik FIFA untuk menghasilkan wawasan yang tervalidasi dalam bentuk teks, video, grafik, dan visualisasi 3D.
Platform ini mendukung berbagai bahasa dan dapat digunakan sebelum serta setelah pertandingan, namun tidak selama laga berlangsung.
Selain itu, FIFA dan Lenovo juga memperkenalkan avatar pemain 3D berbasis AI sebagai pengembangan signifikan dalam teknologi offside semi-otomatis.
Para pemain akan dipindai secara digital untuk menghasilkan model 3D presisi tinggi, dengan proses pemindaian berdurasi sekitar satu detik.
Hal ini memungkinkan pelacakan pemain tetap akurat meski dalam pergerakan cepat atau saat pemain saling berhimpitan, yang kemudian akan ditampilkan dalam siaran pertandingan agar penonton lebih mudah memahami keputusan VAR.
Sektor penyiaran juga mendapat sentuhan baru melalui Referee View versi terbaru. Dengan perangkat lunak stabilisasi AI milik Lenovo, guncangan pada kamera yang dikenakan wasit dapat diredam.
"Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar dalam sejarah. Dengan dukungan AI dan teknologi digital, kami tidak hanya membantu tim dan wasit, tetapi juga menyuguhkan pengalaman baru yang tak terlupakan bagi penggemar di seluruh dunia," ujar Gianni Infantino.