SelebrasiSelebrasi Mikel Arteta dan tim asuhannya (uefa)

Hasil studi yang dilakukan British Gambler, menggunakan platform pemantauan media sosial canggih, Brandwatch, untuk menanalisis ratusan ribu unggahan daring selama enam bulan terakhir.

Tujuannya untuk mengukur, mengetahui level dari sentimen negatif dan positif kepada setiap suporter klub.

Menurut data tersebut, Arsenal mencatatkan angka 43 persen pada nilai sentimen negatif dan itu tertinggi di Premier League.

Fans Arsenal menempati urutan teratas suporter paling tidak disukai atau dibenci, berkaca dari periode pergolakan wacana daring terkait perilaku serta sikap mereka di hari pertandingan.

"Budaya penggemar sepak bola tidak lagi berhenti setelah peluit akhir dibunyikan, tetapi berlangsung 24 jam sehari secara online," kata juru bicara British Gambler, Alex Kostin.

"Oleh karena itu, kami telah menyelami metrik media sosial untuk mengetahui klub mana yang basis penggemarnya paling tidak disukai di luar lapangan."

"Arsenal yang berada di puncak klasemen mencerminkan betapa intensnya wacana seputar mereka musim ini."

"Ketika Anda menggabungkan persaingan perebutan gelar, perdebatan wasit, dan salah satu basis penggemar terbesar dalam olahraga ini, setiap momen menjadi lebih besar."

Setelah Arsenal, Nottingham Forest, Liverpool, Everton, dan Crystal Palace ada di bawah mereka sebagai suporter atau fans paling tak disukai di Premier League.

"Hal yang sama berlaku untuk klub seperti Nottingham Forest dan Liverpool, dengan kontroversi dan ekspektasi yang secara alami memicu sentimen negatif," tambah Kostin.

"Menariknya, beberapa klub paling sukses di liga musim ini – yaitu Manchester City atau Aston Villa – mencatat tingkat sentimen negatif yang relatif lebih rendah terhadap pendukung mereka," urai Kostin.