Dari sisi kolaborasi, penyelenggaraan tahun ini kembali menggandeng Permata Bank sebagai mitra strategis. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung ekosistem kegiatan aktif yang berdampak luas.
"Event ini mempertemukan aktivitas olahraga, ekonomi, budaya, dan komunitas. Kami ingin menghadirkan multiplier effect, khususnya untuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Solo," ujarnya.
Tak hanya itu, Permata Bank juga membawa misi keberlanjutan melalui program “1 Misi Hijaukan Bumi”. Total jarak tempuh para pelari akan dikonversi menjadi aksi nyata berupa penanaman hingga 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi, sebagai bagian dari perlindungan habitat gajah Sumatra.
Dampak ekonomi dari Mangkunegaran Run pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Co-Founder & COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi, mengungkapkan hasil survei Katadata Insight Center yang menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
“Mangkunegaran Run memberikan dampak ekonomi sekitar Rp40 miliar untuk Kota Solo. Rata-rata pengeluaran pelari mencapai Rp2,5 juta di luar tiket, terutama untuk hotel, konsumsi, oleh-oleh, dan wisata,” ujar Ade.
Ia menambahkan, event ini juga mendorong kenaikan omzet pelaku usaha hingga 103 persen, serta lonjakan jumlah pengunjung sebesar 130 persen.
Hal tersebut menegaskan bahwa Mangkunegaran Run bukan hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan promosi kota.
"Dengan kombinasi olahraga, budaya, dan dampak ekonomi yang nyata, Mangkunegaran Run 2026 dipastikan kembali menjadi salah satu event lari paling dinanti di Indonesia," tutur Ade.