Milan unggul segalanya dengan 60 persen penguasaan bola hingga 11 percobaan tendangan, tiga tepat sasaran, hingga 543 operan bola dan akurasi operan bola 91 persen.
Akan tapi tim arahan Massimiliano Allegri pada akhirnya tak dapat mencetak gol, dan Milan menelan kekalahan ketiga musim ini di Serie A.
Di Canio menilai Milan kini tak memiliki kepribadian. Terlepas dari Luka Modric, yang membawa mentalitas juara dari Real Madrid, pemain lain tak berkarakter.
Lazio vs AC Milan (Laman resmi AC Milan)
"Milan selalu kesulitan melawan tim yang bahkan kurang berbakat daripada Lazio, terutama ketika mereka harus bermain sendiri," papar Di Canio dikutip dari Football-Italia.
"(Rafael) Leao hanya berjalan-jalan dan hanya memberikan solusi saat serangan balik."
"Anda tidak bisa membiarkan pemain berjalan-jalan selama 70 menit sementara yang lain mengorbankan diri, lalu marah karena tidak diberi kesempatan bermain. Allegri harus menyelesaikan masalah itu."
"Milan adalah tim tanpa kepribadian. Mari kesampingkan Modric, yang membuat saya bersemangat."
"(Koni) De Winter, Leao, (Christian) Pulisic, yang bermain di lini serang dan tidak diberi bola, pemain seperti itu. Ini adalah tim tanpa kepribadian umum," urainya.