Skuad Arema FC seakan kehilangan daya juang, terutama mereka yang berada di barisan lini belakang.

Mudah bagi pemain Persebaya untuk mengobrak-abrik pertahanan yang dipimpin Hansamu Yama.

Sementara itu, lini depan bermasalah dengan finishing touch. Dari 12 tembakan yang dilesetkan, hanya empat yang tepat sasaran.

"Tembakan penalti berhasil ditangkap Lucas (Frigeri, kiper Arema FC), tapi pemain bertahan kami tidak bantu. Dua gol terakhir transisi cepat lawan, kami harus lebih siap. Saya minta maaf kepada Aremania," tutur Marcos.

Kekalahan kemarin menambah panjang catatan negatif Arema FC saat bersua Persebaya. Ini menjadi kekalahan terbesar mereka setelah memasuki era Liga 1.

Terakhir kali Arema FC menang dari Persebaya yakni pada 15 Agustus 2019 silam. Saat itu Arema FC menang 4-0 dari Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)