Soal makanan selama Ramadan, Kerim menuturkan tidak ada menu favorit. Namun dia membongkar rahasia kecil. Rupanya Kerim tak bisa pisah dengan kopi setelah sahur.
"Kalau tidak meminumnya saya memiliki sakit kepala. Untuk buka puasa tidak ada menu spesifik, tetapi istriku membuatkan pie," papar pemain berusia 29 tahun tersebut.
Dua tahun menjalani ibadah puasa di Madura, Kerim tidak sulit beradaptasi. Justru dirinya kagum dengan atmosfer Ramadan di Pulau Garam.
"Kamu bisa lihat banyak orang dengan solidaritasnya. Kamu bisa lihat semua masyarakat menjalaninya dengan cara yang penuh dengan semangat ramadhan," kata Kerim.
"Dan tentu saja ini bagus untukku karena saya jauh dari rumah di bulan spesial ini. Jadi ketika aku melihat hal itu, membuatku sangat senang," sambungnya.