Aturan time clock itu membuat adanya waktu maksimal selama 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir.

Time clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya.

“Penerapan sistem ini memberikan ukuran waktu yang objektif, sehingga mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan,” jelas keterangan resmi PBSI, Rabu (7/1).

Mencakup Seluruh Aktivitas

BWF menjelaskan bahwa selama waktu 25 detik tersebut, pemain dapat melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan, seperti mengelap dengan handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin.

Semua kegiatan tersebut bisa dilakukan pemain tanpa harus meminta izin wasit terlebih dahulu, dengan catatan penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.

Dalam pertandingan yang menggunakan time clock, permintaan pergantian shuttlecock juga harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik.

Apabila perlu ada pengepelan lapangan secara singkat, time clock akan tetap berjalan, tetapi wasit punya wewenang menghentikan time clock apabila pengepelan lapangan memerlukan waktu yang lebih lama.

Tiga Sanksi Menanti