Regulasi baru ini direncanakan akan difinalisasi sebelum Piala Dunia 2026, sehingga sudah berlaku dalam turnamen akbar tersebut.

Tujuan dari aturan tersebut tentu saja untuk meningkatkan transparansi komunikasi di lapangan dan mempersempit celah terjadinya rasisme yang sulit dibuktikan.

IFAB menilai praktik menutup mulut kerap digunakan untuk menghindari kamera dan mikrofon, yang pada akhirnya menghambat investigasi jika terjadi pelanggaran etik atau ujaran diskriminatif.