LiamLiam Rosenior (x/ChelseaFC)

Bagi Liam Rosenior, eks pelatih Strasbourg, rotasi pemain dilakukan bukan karena situasi saja melainkan kepentingan, bagian dari filosofi kepelatihannya.

"Anda telah melihat bahwa kami banyak melakukan rotasi, yang memang perlu dilakukan pada tahap musim ini," jelas Rosenior dikutip dari laman resmi Chelsea.

"Jika Anda melihat Strasbourg, jika Anda melihat Hull, saya selalu menggunakan rotasi. Itulah yang saya yakini."

"Mereka bermain sepanjang musim panas, mereka tidak menjalani pramusim, jadi mereka luar biasa."

"Anda harus mencoba menyegarkan tim di area yang tepat, secara mental dan fisik, dan Anda harus benar-benar siap secara taktis untuk memberikan rencana terbaik dan solusi terbaik bagi para pemain untuk masalah yang Anda hadapi."

"Jika Anda ingin sukses di akhir musim, Anda membutuhkan kesegaran dan kecerahan dalam skuad Anda di setiap kompetisi," tambah Rosenior.

Menurut Rosenior, rotasi pemain juga penting untuk memberikan kesempatan bermain pemain lain yang jarang bermain.

"Anda perlu memberi kesempatan kepada orang-orang. Jadi itulah salah satu hal yang saya yakini," imbuh Rosenior.

"Saya tidak takut untuk melakukan rotasi, saya tidak takut untuk menunjukkan kepercayaan kepada skuad saya."

"Saya mengatakan kepada para pemain setelah pertandingan melawan West Ham, hanya karena kami tampil kurang baik di babak pertama bukan berarti mereka sepenuhnya keluar dari rencana saya."

"Setiap pemain bisa tampil kurang baik di babak pertama. Yang penting adalah menjaga seluruh tim tetap dalam pola pikir positif, karena Anda membutuhkan seluruh tim untuk meraih kesuksesan," urainya.