Biasanya sebelum laga dimulai, menjadi suatu hal wajar ketika para pemain berkumpul dan mendengarkan motivasi dari kapten atau pemain senior.
Itu dilakukan Chelsea di Stamford Bridge sebelum pertandingan, tetapi kali ini berbeda dengan adanya Paul Tierney di tengah para pemain Chelsea tersebut.
Tierney memiliki opsi untuk menjauh tapi tak melakukannya dan berdiri di tengah lapangan, dekat tempat melakukan kick-off. Pemandangan itu menjadi sorotan tetapi juga mengundang kritik, salah satunya dari Liam Rosenior.
"Jika Paul lebih fokus pada pekerjaannya, yaitu mengambil keputusan yang tepat, kami pasti akan mendapatkan penalti hari ini," tegas Rosenior dikutip dari BBC Sport.
"Sebelum pertandingan, kami mengadakan pertemuan dengan wasit. Asisten saya masuk dan hal pertama yang dibicarakan (Tierney) adalah tentang berada di kerumuman kami. Kami tidak bersikap tidak hormat kepada lawan."
Selain Rosenior, eks wasit Premier League, Mark Clattenburg, juga mengkritik Tierney yang dapat memicu perspektif wasit berat sebelah karena terlihat akrab dengan satu kubu tertentu.
"Gambar Paul Tierney berdiri di tengah kerumunan pemain Chelsea, menatap langsung ke lensa kamera televisi, bukan hanya sangat aneh tetapi juga citra buruk bagi wasit," imbuh Clattenburg.
"Tierney memiliki banyak kesempatan untuk menerobos pemain Chelsea tetapi dia membiarkannya saja. Dari bahasa tubuhnya, dia tampak menikmatinya."
"Jika saya adalah pemain Newcastle, saya akan kesal dan marah melihatnya berada di dalam kerumunan pemain Chelsea."
"Wasit di negara ini mungkin tidak kompeten tetapi mereka tidak korup, namun membiarkan hal ini terjadi dapat menyebabkan tuduhan yang tidak diinginkan," urainya.