Selain itu, Arsenal juga dapat melalui pencapaian Manchester United era Sir Alex Ferguson kala memenangi treble winners pada 1999, juga Manchester City arahan Pep Guardiola pada 2023.

"Baru-baru ini saya menonton film dokumenter tentang raihan treble United, dan yang menonjol adalah sedikit orang yang percaya bahwa memenangkan tiga trofi utama itu mungkin terjadi di pertengahan musim," tulis pandit sepak bola, Jamie Carragher pada kolom tulisannya di Telegraph.

"Arsenal berada dalam posisi yang jauh lebih kuat saat ini – dan memiliki lebih sedikit hambatan – daripada United pada Januari 1999."

Treble winners Manchester United di tahun 1999 (@BBCSport)

Dengan kekuatan Arsenal saat ini terletak pada pemanfaatan situasi bola mati, kualitas bertahan, dan efisien saat menyerang.

Carragher melihat Arsenal kini lebih seperti Arsenal arahan George Graham ketimbang Arsene Wenger.

"Tim Arsenal ini lebih efisien ketimbang mendebarkan; 19 gol mereka dari sepak pojok berarti mereka lebih mirip dengan tim juara George Graham daripada tim Arsene Wenger," tambah Carragher.

"Ruang untuk perbaikan di lini depan sangat jelas."

"Sungguh ironis bahwa ketika memilih tim terbaik musim ini, tidak ada penyerang Arsenal yang mampu menggantikan Erling Haaland, Bruno Fernandes, Morgan Rogers, atau Antoine Semenyo sebagai pilihan penyerang."

"Persepsi tentang era Arsenal ini akan berubah selamanya setelah gelar juara diraih, terutama jika itu adalah salah satu dari banyak trofi yang diraih setelah proses pembangunan kembali yang panjang."

"Seluruh masa kepemimpinan Arteta akan dinilai ulang dan pujian akan diberikan atas evolusi yang membawa kesuksesan," pungkas Carragher.