Bagi jebolan Elite Pro Academy (EPA) Persija itu, berada di dalam skuad utama bukan hanya soal kesempatan bermain. Lebih dari itu, ia menikmati proses belajar setiap hari dari para pemain yang lebih berpengalaman.
Di lini belakang, Dias berada dalam lingkungan kompetitif bersama nama-nama besar seperti kapten tim Rizky Ridho, Jordi Amat, hingga dua bek asing, Thales Lira dan Paulo Ricardo.
Alih-alih tertekan, situasi tersebut justru ia jadikan ruang belajar yang berharga.
"Setiap hari saya belajar hal baru dari mereka. Di lini belakang ada kapten seperti Rizky Ridho, Jordi, dan dua bek asing yang kualitasnya tidak diragukan. Sebagai pemain muda, saya beruntung bisa berada di tim ini," tuturnya.
Pengalaman Dias di kasta tertinggi sebenarnya bukan hal baru. Saat dipinjamkan ke PSS Sleman pada pertengahan musim Liga 1 2024/2025, ia sempat mengoleksi sembilan penampilan.
Namun, bermain untuk Persija memiliki makna yang berbeda. Ia mengaku telah lama menantikan momen tersebut sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
Kini, setelah debut akhirnya terwujud, Dias tak ingin cepat puas. Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan dan memaksimalkan setiap kesempatan yang datang, sembari terus menyerap ilmu dari para senior di skuad Macan Kemayoran.