Dalam sesi konferensi pers, Tavares sampai membawa laptop dan menunjukkan tayangan yang seharusnya Persebaya mendapat hadiah penalti. Namun, wasit menganggap tidak terjadi pelanggaran. Wasit begitu yakin dengan keputusannya. Sehingga tidak melakukan pengecekan VAR. "Saya tidak mengerti kenapa VAR tidak menunjukkan itu," ungkap mantan pelatih PSM Makassar itu.
Tak hanya itu, Tavares juga menyayangkan terjadinya gol kedua Madura United. Baginya, gol tersebut seharusnya tidak sah. Lulinha dinilai belum diizinkan wasit masuk lapangan oleh wasit.
Namun Lulinha tiba-tiba masuk ke lapangan dan menerima bola cuma-cuma dari umpan pemain Persebaya. Lulinha pun sukses memberikan umpan kunci yang berujung gol Riquelme.
"Dalam situasi itu, pemain datang dari luar tanpa kami melihat ada izin dari wasit, lalu mengambil bola dan mencetak gol. Situasi seperti ini tidak boleh terjadi saat kami menguasai bola," ucap Tavares.
Setelah merasa dirugikan, Tavares enggan terlalu berlarut. Dia memilih mempersiapkan tim untuk menatap pertandingan selanjutnya. Persebaya akan menjalani dua laga away. Mereka akan menghadapi Malut United (23/4) dan menantang sang rival abadi, Arema FC (28/4). (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)