Pertandingan di Camp Nou berubah drastis menjelang akhir babak pertama.

Pada menit ke-44, bek Barcelona Pau Cubarsi menerima kartu merah langsung setelah tinjauan VAR menyatakan dia melakukan pelanggaran profesional terhadap Giuliano Simeone.

Awalnya wasit Istvan Kovacs hanya mengeluarkan kartu kuning kepada Cubarsi, namun diubah menjadi kartu merah setelah tinjauan ulang VAR.

Sesaat kemudian, Atletico mencetak gol lewat tendangan bebas Julian Alvarez.

Flick mempertanyakan kartu merah untuk Cubarsi dan beberapa keputusan wasit lain yang merugikan timnya.

Dalam pandangan Flick, kekalahan Barcelona tidak terlepas dari beberapa putusan wasit Istvan Kovacs yang merugikan timnya.

“Saya tidak tahu soal pengusiran Cubarsi. Itu bisa jadi kartu merah, bisa juga bukan. Saya tidak yakin dia menyentuh Giuliano Simeone. Bola juga berada di belakangnya,” ujar Flick dikutip dari Marca.

Flick juga mempertanyakan wasit yang tidak memberikan penalti saat pemain Atletico Marc Pubill menghentikan bola dari tendangan gawang Juan Musso dengan tangannya.

“Saya heran mengapa VAR tidak melakukan intervensi? Semua orang membuat kesalahan, tapi apa gunanya VAR? Saya tidak paham. Itu harusnya penalti, kartu kuning kedua, dan kartu merah. Sungguh tidak dapat diterima!” tegas Flick.