
Namun, perayaan ini kurang mendapat dukungan dari semua klub.
Meski sebagian besar klub berpartisipasi, Barcelona, Real Madrid, Getafe, dan Rayo Vallecano diketahui tidak akan mengenakan jersey retro.
Barcelona dan dua klub lainnya menyebutkan kendala logistik, sedangkan Madrid dilaporkan telah sepenuhnya menjauhkan diri dari proyek tersebut.
LaLiga menggambarkan proyek ini sebagai jembatan emosional yang vital antara berbagai era pendukung.
"Hari Retro adalah kesempatan unik untuk memberi penghormatan kepada sejarah klub dan simbol-simbol yang telah membentuk beberapa generasi penggemar," ujar Jaime Blanco, salah seorang direktur LaLiga.
"Ini adalah cara untuk membawa masa lalu ke masa kini, terus menciptakan pengalaman dan menempa warisan yang terhubung secara emosional dengan para penggemar."
Dalam proyek ini, siaran televisi juga akan mengalami perubahan gaya, menggabungkan grafik bergaya retro dan identitas visual khusus untuk membawa pemirsa kembali ke masa lalu.