Rasmus Hojlund (uefa.com)
"Saya mendapatkan apa yang saya inginkan dengan transfer saya. Saya mendapatkan tim yang sangat percaya pada saya," ujar Hojlund kepada TV2.
"Klub yang sangat percaya pada saya. Direktur olahraga, presiden, dan pelatih yang menginginkan saya."
Hojlund mengakui nasibnya di Man United sudah ditentukan saat Amorim melatih, tidak memainkannya pada laga pembuka Premier League kontra Arsenal. Ia menyindir Amorim sebagai alasan performanya tak optimal di sana.
"Saya agak terkekang di akhir karier saya di Manchester. Saya tahu tidak akan ada banyak kesempatan bermain sepak bola bagi saya jika terus seperti ini," imbuh Hojlund.
"Saya senang bermain sepak bola di Manchester. Saya tahu bahwa, terutama di Denmark, citra media terbentuk bahwa semuanya buruk dan mengerikan, dan bahwa saya bermain seperti orang gila, tetapi bukan begitu cara saya memandangnya."