Bandung bjb Tandamata saat hadapi Jakarta Electric PLN di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/2). (Media Bandung bjb Tandamata)

Sebelumnya, Bandung bjb Tandamata sudah berupaya untuk mengejar misi ke final four saat menghadapi Jakarta Electric PLN meski pada akhirnya kandas dengan skor 0-3.

Terbukti saat Cindy dan kolega mampu membuka keunggulan 4-0 pada set pembuka di GOR Ken Arok, meski hanya dengan kekuatan satu pemain asing, yakni Anastasia Guerra. Maklum, pemain asing yang baru didatangkan dari Italia, yakni Giulia Angelina belum bisa dimainkan akibat terkendala masalah non teknis.

“Dia belum bisa main karena terkendala masalah non teknis, mudah-mudahan di seri selanjutnya, kami sudah bisa memainkan dua pemain asing,” kata Risco.

Sayang, kurangnya daya gedor karena hanya dengan satu pemain asing, membuat Bandung bjb Tandamata akhirnya harus menyudahi set pertama dengan skor 22-25, yang sekaligus membuka keunggulan JEP dengan skor 1-0.

Kemenangan di set pertama tentunya menambah rasa percaya diri JEP yang kian berada di atas angin karena keunggulan amunisi pemain asing. Buktinya, sejak Bandung bjb Tandamata bisa menyamakan skor 4-4, JEP terus melesat dan tak terkejar lagi hingga mereka bisa menutup set kedua dengan skor 25-20 yang sekaligus membawa mereka unggul 2-0.

"Di set pertama, kita sudah unggul 4-0 di set kedua juga kita bisa menyamakan kedudukan 4-4 meskipun sempat tertinggal lebih dulu. Tapi lagi-lagi kami tidak bisa mematikan receive dari lawan," ulas Risco.

Hal itu kembali terulang pada set ketiga. Meski mampu membuka keunggulan 4-0 di awal set ketiga, namun saya gedor akibat kekurangan amunisi pemain asing dengan tipikal menyerang, membuat mereka kembali kedodoran. Walhasil, JEP bisa menyelesaikan pertandingan dan melengkapi kemenangan mereka dengan skor 3-0 setelah set ketiga ditutup dengan skor 25-21.

"Sama juga dengan set ketiga kita sudah unggul 4-0 lebih dulu. Kalau dari segi materi pemain lokal, kita lebih unggul. Namun kita terlalu terburu-buru yang membuat kita selalu bikin kesalahan sendiri," ulas Risco, terkait jalannya pertandingan di set ketiga. "Terus Saat kita menyerang, kita gak bisa matiin break poinnya mereka. Padahal kalau bertahan, receive kita gak mati. Kecewa ya tentu, kita kembali kalah 3-0. Padahal pertandingan ini sebenarnya kunci untuk kita lolos ke final four," lanjut Risco. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)