Pada era 90-an, rivalitas Manchester United dan Leeds United masih berlanjut. Kedua tim masih tidak mau kalah satu sama lain.
Sir Alex Ferguson secara perlahan mulai membangun tim yang disegani dengan mengandalkan jebolan akademi Class of 92. Manchester United menjuarai empat dari lima edisi pertama Premier League.
Untuk menandingi rivalnya tersebut, Leeds mendatangkan sejumlah pemain bintang dengan harga dan gaji yang tinggi. Strategi itu awalnya berhasil membuat mereka mampu bersaing di papan atas.
Namun, taktik itu menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Sialnya, momen yang tak diinginkan itu terjadi pada musim 2002-2003 saat mereka gagal lolos ke Liga Champions.
Sejak saat itu krisis keuangan mulai menyerang Leeds. Mereka terpaksa menjual para pemain bintangnya demi terus bertahan.
Efeknya, performa Leeds terus menurun. Mereka akhirnya terdegradasi pada akhir musim 2003-2004 setelah finis di peringkat ke-19.
Kedua tim sempat bertemu dua kali di ajang Piala FA 2009-2010 dan Piala Liga semusim kemudian. Hasilnya, Leeds mampu menang 1-0 di Old Trafford tapi kalah tiga gol tanpa balas di Elland Road.
Hingga kini, Roses Derby masih memiliki tempat spesial di hati para suporter. Leeds United secara permanen masuk dalam daftar rival bebuyutan Man United.
Pertanyaanya, mampukah Manchester United menekuk Leeds pada malam ini di tengah situasi sulit yang menerpa? Mari kita nantikan hasilnya.