Kendati rotasi itu dilakukan Arteta di banyak kompetisi musim ini, plus Kepa membawa Arsenal mencapai final Piala Liga, keputusannya itu dianggap sebagai blunder.

Pada gol pertama O'Reilly, Kepa gagal menangkap bola dari umpan silang kencang Rayan Cherki dan bola disambar O'Reilly hingga berbuah gol.

Kepa Arrizabalaga (Foto: Sky Sports)

"Saya tahu orang-orang akan mengatakan ini soal sentimen karena dia bermain di babak-babak awal, tetapi Kepa tidak sebaik Raya, itulah mengapa dia menjadi pemain nomor dua Anda," papar pandit sepak bola, Jamie Redknapp di Dailymail.

"Jadi mengapa di final turnamen besar, ketika Anda berusaha meraih kemenangan, setelah sekian lama tidak memenangkan trofi, Anda memutuskan untuk memainkannya? Anda harus bertanggung jawab atas hal itu - itu adalah kesalahan besar."

Berbeda dengan James Trafford, yang diplot jadi kiper utama Man City sebelum kedatangan Gianluigi Donnarumma, Kepa berstatus pelapis bagi Raya.

Meski begitu, Arteta tak sama sekali menyesali keputusannya memainkan Kepa dan menilainya sebagai keputusan yang adil.

"Saya mengambil keputusan sebelum pertandingan berdasarkan apa yang telah dia lakukan sepanjang musim," imbuh Arteta.

"Faktanya, dia telah bermain di kompetisi ini dan membantu kami berada di posisi kami saat ini. Akan sangat tidak adil jika memilih pemain lain."