Usai memenangi treble winners, Manchester City berusaha mempertahankan gelar dan menjalani fase liga dengan baik, bahkan mencetak tiga gol di setiap enam laga grup.
Bahkan di laga sulit saat sempat tertinggal 0-2 kontra RB Leipzig di pekan lima, Man City dapat melakukan comeback.
Erling Haaland mencetak lima gol dan Julian Alvarez empat gol, tapi kekuatan Man City ada pada etos kerja serta kedalaman skuad - itu terjadi kala Kevin De Bruyne cedera.
Man City menang enam kali beruntun, tanpa pernah kalah dan imbang, menorehkan 18 gol dan kebobolan tujuh gol. Di musim yang sama, Real Madrid juga tak terkalahkan dan menyapu bersih kemenangan.
2. Bayern Munchen (2022/2023)
Tim dengan DNA Eropa selayaknya AC Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Liverpool.
Bayern Munchen tiga kali pada tiga musim tak terkalahkan selama fase grup, teranyar pada musim 2022/2023 dengan enam kemenangan, mencetak 18 gol, dan kebobolan dua gol.
Bayern kala itu dilatih Julian Nagelsmann dan berada di grup maut dengan Barcelona, Inter Milan, dan Viktoria Plzen. Pada akhirnya, Bayern meraih 18 poin dan jadi tim pertama yang melakukannya tiga kali di tiga edisi berbeda.
3. Liverpool (2021/2022)