Namun, sang pelatih mengakui bahwa pada laga tersebut lini pertahanan tim asuhannya menjadi titik paling lemah.

Meski tidak menyebutkan nama pemain secara langsung, sang pelatih merujuk pada Trent Alexander-Arnold dan Eduardo Camavinga ketika mengkritik pertahanan timnya.

“Bagian yang sulit adalah membuat para pemain mengerti bahwa tanpa memberikan 200 persen, kami tidak akan menang,” kata Arbeloa.

“Anda kehilangan fokus sesaat, Anda tidak menyesuaikan diri, Anda kehilangan penjagaan, Anda tidak memburu bola, dan itu merugikan Anda dengan kebobolan gol.”

Sindiran halus itu bisa ditujukan kepada Camavinga, yang membiarkan gelandang Mallorca, Manu Morlanes, masuk ke kotak penalti tanpa penjagaan untuk mencetak gol pembuka.

Arbeloa seperti menyindir Alexander-Arnold setelah bek sayap itu kehilangan jejak Mateo Joseph di waktu tambahan, sehingga memungkinkan penyerang tersebut untuk memberikan umpan yang menentukan kemenangan bagi tuan rumah.

Kedua kesalahan tersebut merugikan Real Madrid, dan pada gilirannya, kemungkinan besar menghilangkan peluang mereka untuk merebut gelar juara Spanyol dari Barcelona.