Dikutip dari laman resmi Man United, klub menjadikan posisi Man United saat ini, urutan enam klasemen, sebagai alasan pemecatan Amorim.

Faktanya tidak demikian dan disinyalir lebih rumit, mengingat skuad tim pincang saat ini tanpa pemain-pemain tim utama yang absen bermain, mengandalkan banyak produk akademi.

Komentar teranyar Amorim disinyalir jadi pemicu pemecatan tersebut.

RubenRuben Amorim (X/premierleague)

"Saya perhatikan Anda menerima informasi selektif tentang segala hal. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih. Itu sudah jelas," kata Amorim.

"Saya tahu nama saya bukan (Thomas) Tuchel, bukan (Jose) Mourinho, bukan (Antonio) Conte, tetapi saya adalah manajer Manchester United, dan akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk menggantinya."

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Dan saya sudah sangat jelas tentang itu."

"Dan itu akan selesai dalam 18 bulan dan kemudian semua orang akan pindah. Itulah kesepakatannya. Itu adalah pekerjaan saya, bukan menjadi pelatih."

Namun menurut informasi tambahan dari Athletic, Amorim dipecat karena berselisih paham dengan Direktur Olahraga, Jason Wilcox.

Jason Wilcox dan Ruben Amorim (@UtdJoshua03)

Wilcox diketahui berbicara dengannya soal formasi dan pilihan taktik, membuat Amorim berang karena pekerjaannya diintervensi.

Belum lagi dengan kritik dari publik terutamanya pandit sepak bola yang notabene legenda Man United, Gary Neville, yang mempertanyakan sistem bermain Amorim.

"Gesekan muncul dalam beberapa pekan terakhir terkait gaya bermain," kata Laurie Whitwell di Athletic.

"Wilcox diketahui sering berdiskusi dengan Amorim tentang formasi dan pilihan taktik."

"Hubungan mereka sebelumnya dianggap kuat, tetapi nada bicara Amorim menunjukkan perubahan."

"Amorim beralih dari dogma tiga beknya melawan Bournemouth dan Newcastle United, tetapi kembali ke sistem 3-4-2-1 untuk hasil imbang melawan Wolves, yang menuai kritik dari Gary Neville," urainya.