
Sementara itu, gelandang Real Madrid, Arda Guler, mengatakan bahwa lolos ke babak selanjutnya membawa makna emosional yang mendalam bagi generasi pemain baru yang tumbuh besar menyaksikan cuplikan pertandingan Turki di Piala Dunia 2002.
"Kami telah mengakhiri penantian kami. Mungkin kami tidak bermain bagus malam ini, tetapi kami berhasil lolos," katanya.
"Ketika kami menonton Piala Dunia 2002, kami masih merinding. Sekarang kami memiliki kesempatan yang sama. Kami akan mencoba melakukan yang terbaik di sana tanpa meremehkan siapa pun."
Pada 2002, Turki kalah dari juara bertahan Brasil di semifinal.
Kala itu, striker Hakan Sukur mencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia setelah 10,8 detik dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Korea Selatan.
Sedangkan presiden Federasi Sepak Bola Turki Ibrahim Haciosmanoglu justru mengungkapkan ambisi yang lebih tinggi lagi.
"Kami akan memenangkan trofi dan membawanya pulang," katanya.