Satu lagi kejadian luar biasa ajaib terjadi di Piala Dunia, kali ini pada edisi 2010 di Afrika Selatan, tepatnya pada laga perempat final antara Inggris melawan Jerman.
Saat skor 2-1, Frank Lampard melepaskan sepakan jarak jauh yang membentur mistar gawang bagian bawah.
Bola memantul dan kemudian ditangkap kiper Jerman Manuel Neuer.
Bisa dibilang semua orang yang menyaksikan pertandingan berpendapat itu adalah gol karena bola memantul jauh di bagian dalam gawang, namun wasit asal Uruguay Jorge Larrionda menilai tidak terjadi gol,
Lewat tayang ulang dan foto, jelas terlihat sudah terjadi gol.
Jerman akhirnyai memenangi laga itu 4-1.
Sejak itulah teknologi garis gawang dalam sepak bola makin gencar disuarakan.

Apa yang terjadi pada Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korsel tidak akan pernah dilupakan oleh publik Italia dan bisa dikatakan sudah menodai Piala Dunia.
Sebagai tuan rumah, Korea Selatan beberapa diuntungkan oleh keputusan wasit. Yang paling kotroversial terjadi babak 16 besar ketika tuan rumah melawan Italia.
Pada laga itu wasit Byron Moreno dari Ekuador menganulir gol dan mengusir bintang Italia Francesco Totti.
Sepanjang pertandingan protes acap dilancarkan oleh para pemain Italia.
Penonton netral pun bisa melihat bagaimana wasit menguntungkan Korea Selatan yang akhirnya menang 2-1 melalui gol emas Ahn Jung-Hwan.
Kejadian serupa kembali terulang di babak berikutnya saat Korsel melawan Spanyol.
Kali ini wasit asal Mesir, Gamal Al-Ghandour menganulir dua gol Spanyol yang semestinya sah.
Tuan rumah akhirnya menang 5-3 lewat adu penalti untuk melaju ke semi final.
Usai Piala Dunia 2002, kedua wasit dipaksa untuk pensiun.

Pada Piala Dunia 1966 atau 44 tahun sebelum dianulirnya gol Frank Lampard ke gawang Jerman di Afrika Selatan, situasi serupa terjadi.
Banyak yang menyebut momen ini yang membuat Inggris menjadi juara dunia.
Peristiwa terjadi dalam laga final antara Inggris dan Jerman Barat. Pada menit ke-101, striker Inggris Geoff Hurst melepaskan tembakan dan bola menghantam mistar yang memantul ke bawah, lalu keluar gawang.
Wasit asal Swiss, Gottfried Diest tidak yakin jika bola melewati garis, tetapi hakim garis asal Uni Soviet, Tofik Bakhramov mengisyaratkan bahwa gol sudah terjadi.
Inggris pun unggul 3-2 dan kemudian menutup laga dengan skor 4-2 untuk menjadi juara di rumah sendiri.
Hingga kini, apakah itu merupakan gol atau tidak masih banyak yang diperdebatkan.
Yang menarik, gol 'haram' tersebut belakang disebut sebagai penyebab buruknya prestasi Inggris di Piala Dunia. Tak sedikit Inggris sudah mendapatkan kutukan Jerman.

Salah satu pertandingan paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia, 'Battle of Santiago' terjadi pada 1962 saat Cile berhadapan melawan Italia.
Jelang pertandingan, ketegangan sudah dirasakan. Tulisan jurnalis Italia yang menyebut Santiago sampah makin memperkeruh suasana. Saat itu, Kota Santiago masih belum pulih dari gempa hebat.
Di atas lapangan, kedua belah pihak menyerang satu sama lain dalam berbagai cara. Bayangkan, pelanggaran pertama terjadi saat laga baru berjalan 12 detik. Sedangkan pengusiran pemain pertama terjadi pada menit ke-12.
Permainan sepak bola pada laga itu sudah seperti ajang tarung bebas. Pukulan, tendangan, dan benturan lain terjadi sepanjang laga. Darah pemain pun ikut membasahi lapangan.
Saking brutalnya, polisi harus turun tangan. Tak hanya sekali, sebanyak tiga kali polisi dilibatkan selama pertandingan. Pertarungan ini sendiri dimenangkan Cile 2-0.