Tak disangkal lagi, ini merupakan momen paling luar biasa dalam sejarah Piala Dunia.
Gol handball terang-terangan Diego Maradona hingga kini masih melekat dalam memori penggila sepak bola, khususnya yang berasal dari Inggris.
Foto aksi Maradona meninju bola melewati penjaga gawang Inggris Peter Shilton yang membuat Argentina unggul 1-0 di perempat final Piala Dunia 1986, menjadi sangat ikonik.
Hal ini menjadi kontroversi karena seolah-olah semua orang di tim Inggris dan mayoritas penonton di stadion yang melihat Maradona menggunakan tangannya.
Namun, satu orang terpenting dalam laga itu tak melihatnya, sang wasit.
Maradona sendiri kemudian mencetak gol yang disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, gol usai Maradona usai meliuk-liuk melewati separuh tim Inggris itu pun kalah pamor oleh gol "tangan Tuhan"-nya.

Pada Piala Dunia 2006, wasit asal Inggris, Graham Poll, melakukan hal semestinya tak bisa terjadi dalam sepak bola.
Dalam laga Kroasia kontra Australia, sang wasit memberikan tiga kartu kuning untuk pemain yang sama, Josip Simunic.
Pada menit ke-61, Simunic diberi kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap Harry Kewell.
Kemudian di menit ke-90 Simunic membuat pelanggaran yang berbuah kartu kuning.
Ajaibnya, Poll tidak memberi Simunic kartu merah sebagai akumulasi dua kartu kuning dan sang pemain terus melanjutkan pertandingan.
Akhrnya Simunic benar-benar dikeluarkan Poll pada menit ke-93, setelah menerima tiga kartu kuning.