VAR (X/theMadridZone)
"Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar penggemar menginginkan VAR dihapus," kata Thomas Concannon, manajer jaringan Premier League FSA, kepada BBC Sport.
"Kita semua telah hidup dengan VAR begitu lama sehingga kita telah melihat dampak negatifnya pada permainan."
"Orang-orang kesal dengan waktu yang dibutuhkan, kesal dengan akurasi, dan kesal dengan (berkurangnya) spontanitas. Hal itu memang mengurangi esensi sepak bola dan momen-momen istimewa tersebut."
Lebih lanjut dari survey tersebut dibagi dari alasan fans kecewa dengan VAR, adalah 72 persen fans tak setuju VAR membuat wasit lebih akurat mengambil keputusan.
74 persen fans yakin keputusan menggunakan VAR tidak jelas, 86 persen fans khawatir mengenai perluasan wewenang VAR.
Kemudian, 72 persen fans tak setuju VAR digunakan untuk mengecek apakah sepak pojok benar-benar diberikan, serta 52 persen fans tak setuju VAR digunakan untuk mengecek apakah kartu kuning kedua layak diberikan.
"Kita membahas wasit secara lebih detail daripada sebelumnya, meskipun kita memiliki sesuatu yang seharusnya membuat keputusan lebih akurat," tambah Concannon.
"Anda dapat memahami bahwa klub dan liga ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil benar, karena ada begitu banyak uang yang terlibat, tetapi hal itu menjadi agak sulit diterima oleh pendukung ketika mereka melihat gol dianulir karena ada sedikit offside."
"Jika hal itu tidak akan mempercepat proses dan tidak akan menghilangkan kontroversi yang masih kita perdebatkan saat ini, itulah mengapa para pendukung memberikan suara seperti yang telah mereka lakukan," urainya.