BenjaminBenjamin Sesko (X/Cfc_Kemboi)

Musim debut Benjamin Sesko sebagai penyerang Man United tidak sepenuhnya berjalan mulus, tetapi tidak juga buruk.

Sesko, 22 tahun, telah mendulang tujuh gol dan memberikan satu assist dari 23 laga di seluruh kompetisi.

Situasinya tak mudah seiring pergantian pelatih dari Ruben Amorim menjadi Michael Carrick - sempat juga ditangani Darren Fletcher.

Kendati demikian, sejak berganti tahun menjadi 2026 Sesko tampil bagus dengan catatan lima gol (empat gol di liga), bahkan baru ini golnya menyelamatkan Man United dari kekalahan kontra West Ham United.

Kini, Carrick harus menimang opsi untuk setidaknya menjadikan starter setelah di lima laga terakhir turun dari bangku cadangan.

Pada lima laga tersebut, Bryan Mbeumo menjadi penyerang tengah. Dan melawan tim yang memainkan low block (pertahanan rendah), peran Sesko akan lebih dibutuhkan sebagai target man sekaligus penyerang destruktif yang menarik perhatian lini belakang lawan.

2. Efektif pada Penguasaan Bola

TottenhamTottenham Hotspur Vs Manchester United (x/premierleague)

Salah satu kelemahan Middlesbrough ketika dilatih Carrick adalah timnya mendominasi penguasaan bola, tetapi permainan mudah ditebak lawan.

Saat ini, Man United bermain lebih baik dengan penguasaan bola tidak lebih tinggi dari lawan dan efisien melalui serangan balik, transisi bermain cepat, juga pemanfaatan situasi bola mati.

Area tersebut harus dibenahi Carrick mengingat kemenangan Man United atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham terjadi saat penguasaan bola tim rendah.

Kontra Tottenham Hotspur, Man United menang dan unggul penguasaan bola karena Tottenham bermain dengan 10 pemain sejak awal laga..

Pekerjaan rumah Carrick adalah Man United tetap bermain baik, meraih kemenangan, meski punya penguasaan bola lebih dan serangan tak mudah ditebak lawan.

3. Rotasi Pemain

Lanjut Baca lagi