Satu di antara kejadian yang masih terekam jelas dalam ingatan ketika Spanyol menghadapi Belanda pada final Piala Dunia 2010, di Johannesburg adalah tendangan akrobatik Nigel de Jong ke dada Xabi Alonso.

De Jong tanpa ampun menghantam dada eks Liverpool tersebut dengan bagian bawah sepatunya. Hasilnya, Alonso terkapar sembari memegangi dadanya. Beruntung, De Jong hanya menerima kartu kuning akibat kejadian tersebut.

"Itu adalah satu di antara pelanggaran terparah yang pernah saya alami. De Jong telah memperlakukan saya seperti penjahat perang," kata Alonso seperti dilansir Telegraph.

Kini, pertanyaannya apakah pada Piala Dunia 2026 akan tersaji kembali pelanggaran brutal seperti tiga contoh di atas?