Wawancara Eksklusif Shin Tae-yong: Penerapan Formasi 4-4-2 hingga Pembatasan Media Sosial
BolaSkor.com - Selama ini Timnas Indonesia selalu dilatih oleh pelatih asal Eropa. Namun, dua tahun ini, Timnas Indonesia menggunakan jasa pelatih dari Asia, yakni Shin Tae-yong. Ia adalah mantan pelatih timnas Korea Selatan pada Piala Dunia pada tahun 2018 silam.
Prestasi Shin Tae-yong tidak perlu diragukan lagi. Pelatih berusia 49 tahun itu pernah mendapatkan gelar juara Liga Champions Asia, ketika bermain membela Seongnam Ilhwa Chunma. Selain itu, ia berhasil mengalahkan Jerman pada gelaran Piala Dunia 2018 lalu.
Banyak hal yang dibawa Shin Tae-yong ketika melatih Timnas Indonesia. Salah satu hal yang selalu ia tekankan kepada pemain adalah perbaikan fisik dan nutrisi pemain. Tidak hanya itu saja, Shin Tae-yong juga mengubah formasi Timnas Indonesia dari yang biasanya 4-3-3 menjadi 4-4-2.
Baca Juga:
Jelang Timnas Indonesia U-19 Kontra FK Dugopolje, Shin Tae-yong Beri Target
Jelang Uji Coba, Shin Tae-yog Geber Latihan Timnas Indonesia U-19
BolaSkor.com mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam sosok yang dikenal tegas tersebut, berikut wawancara BolaSkor.com dengan Shin Tae-yong melalui PSSI:
Coach Shin mengapa Anda terapkan formasi 4-4-2 untuk Timnas Indonesia U-19, sebelumnya Skuat Garuda Muda sering sudah sangat lama bermain dengan 4-3-3 atau 4-2-3-1?
4-4-2 merupakan plan pertama saya dalam menerapkan formasi. Saya sudah pahami betul formasi ini. Saya juga sering pakai ketika melatih Korea Selatan di Piala Dunia. 4-4-2 merupakan formasi yang menurut saya fleksibel bisa berubah dalam situasi apapun dalam pertandingan.
Apa yang harus Anda kejar dari sisi aspek pemain agar Timnas Indonesia U-19 menjadi kuat?
Saya mengejar para pemain untuk mempunyai fisik, stamina, power, dan strenght yang kuat. Ketika pemain mempunyai ini semua yang kuat, mereka bisa berkembang dengan pesat.
Anda mencari pemain Timnas Indonesia seperti apa di Indonesia?
Saya mencari pemain yang attitude baik dan mempunyai kedisiplinan bagus. Ini penting menurut saya, sebagai pondasi awal pemain untuk terus berkembang. Karena skill bisa diasah. Kalau ini semua adalah fundamental atau dasar.
Apa alasan positif Anda membatasi pemain Timnas Indonesia memainkan media sosial?
Saya tidak punya media sosial. Bagi saya media sosial bisa membuyarkan fokus pemain ketika mau bertanding. Saya tidak melarang, tapi membatasi. Ada waktunya bermain media sosial, ketika libur latihan. Tapi saya sarankan untuk tidak terlalu sering bermain media sosial.
Coach Shin, menurut pandangan Anda kualitas kiper, bek, gelandang, hingga striker di Indonesia yang sudah Anda ketahui seperti apa?
Semua pemain Indonesia punya potensi, teknik, dan skill. Namun memang fisik menjadi hal yang paling utama untuk ditingkatkan. Jadi itu menurut pandangan saya.
Menurut Anda, berapa lama lagi Timnas Indonesia bersaing di level Asia bersama Korsel dan Jepang? Serta bersaing di Dunia?
Kalau ditanya berapa lama, ini tergantung kedisiplinan yang tinggi, kerja keras, semangat dan dukungan semua pihak.
Main bagus kalah atau main jelek menang? Alasannya?
Saat ini kami sedang TC dan menjalani uji coba, hasil bagi kami nomor dua, yang penting pemain berproses dan dapat bermain sesuai dengan apa yang kami inginkan.
Hadi Febriansyah
4.870
Berita Terkait
Hasil Super League 2025/2026: Kalahkan Persijap Jepara, Dewa United Banten FC Tutup Putaran Pertama dengan Manis
Real Madrid vs Barcelona Legends Akan Getarkan GBK, Sambut 500 Tahun Jakarta
Menilik Rekam Jejak Michael Carrick sebagai Manajer Interim Manchester United: Pernah Menumbangkan Arsenal
Persija Melawan Serangan Rasisme terhadap Allano Lima Usai Laga Kontra Persib
Prediksi dan Statistik Juventus vs Cremonese: Bianconeri Harus seperti Mobil Ferrari
Superkomputer Prediksi Hasil Juventus vs Cremonese: Peluang Menang Bianconeri Sangat Besar
John Herdman Kurang Fit, Sesi Perkenalan Resmi Diundur ke 13 Januari
Mauricio Souza Tanggapi Rumor Fajar Fathurrahman Gabung Persija Jakarta