Pertobatan Haji Muhidin dimulai ketika beliau didatangi oleh almarhum bapaknya yang menanyakan masalah warisan yang tidak dibagikan secara adil oleh Haji Muhidin terhadap adiknya sendiri yaitu Mahmud. Dalam mimpinya tersebut, bapaknya Haji Muhidin terus-terusan diteror yang bersangkutan agar secepatnya harta warisan itu dibagikan bila tidak mau hidup menderita di akhirat nanti. Akhirnya Haji Muhidin benar-benar ingin bertobat setelah anaknya Rumanah mengalami musibah sampai dua kali dan berakhir di rumah sakit karena mengancam kandungannya.
Karena dua kejadian tersebut membuat Haji Muhidin jadi berpikir,kenapa cobaan demi cobaan dialami anaknya secara beruntun? Ternyata beliau baru menyadari bahwa selama ini telah banyak berbuat dosa karena telah mendzalimi banyak orang, termasuk keluarga Haji Sulam sehingga dosanya sudah terlalu berat dan nyaris tidak diampuni. Perbuatan dan dosanya itu cuma bisa dikurangi melalui tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya dengan mengharapkan ridho Allah SWT bukan rekayasa semata atau ingin dipuji banyak orang.
Dengan bertobatnya Haji Muhidin, seharusnya bapak kami LNM bisa mengambil pelajaran kenapa beliau banyak dibenci orang karena tindak-tanduknya sudah merusak tatanan nilai sepak bola nasional? Terutama oleh klub Persebaya Surabaya 1927 yang sudah sah di mata hukum. Ini malah membuat Persebaya tandingan yang bermain di Divisi Utama PT Liga Indonesia dengan membajak semua pemain Persikubar menjadi klub Persebaya versi boneka LNM.
Wahai bapak kami LNM yang katanya terhormat tetapi kelakuannnya bajingan, saya mau bertanya kepada sampeyan sukur-sukur kalo pertanyaan saya ini direspon ya. Simpel saja pertanyaan saya ini, mau sampai kapan sampeyan dibutakan oleh kekuasaan untuk merusak sepakbola nasional hanya ingin mendapatkan jabatan dari Abu Rizal Bakrie (ARB) apabila ARB terpilih menjadi presiden RI?
Apakah setelah ARB menjadi presiden dan menjadi penguasa baru di negeri ini sampeyan bakal di ingat segala jasa sampeyan dalam memonopoli sepak bola nasional? Belum tentu, bos, karena politik itu mengandung idiom tak ada lawan dan kawan abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi sehingga sampeyan bisa saja ditendang oleh ARB dan Nirwan Dermawan Bakrie (NDB) setelah tidak dibutuhkan lagi. Bukannya tragis tuh namanya, bos?
Dan apakah sampeyan sadar kalau selama ini sudah dimanfaatin oleh keluarga Bakrie melalui tangan NDB dan tentu saja sang kakak ARB hanya untuk memuaskan syahwat kekuasaannya semata? jadi ingat lah Bos LNM, yang katanya terhormat tetapi bermental bajingan, kita lahir di muka bumi ini bukanlah mencari kesenangan maupun kehidupan duniawi semata melainkan mencari kebaikkan dan ibadah sebagai bekal kita menuju akhirat dan menghadap kepada Allah SWT.
Itu pun jika sampeyan mengerti maksud tulisan saya ini. Kan katanya bapak kami LNM seorang haji. Sudah siap kah sampeyan mempertanggungjawabkan perbuatan sampeyan yang lebih mudharatnya daripada manfaatnya bagi semua manusia, terutama sepak bola nasional yang tidak pernah ada kata selesai dari masalah.
Jadi ingat lah wahai bapak kami, LNM, kalau sampeyan ingin bertobat sampai Pemilu 2014 dan ingin melihat ARB berkuasa, kayaknya belum tentu sampeyan hidup pada tahun tersebut. Bisa saja sampeyan mati sebelum waktunya yang disebabkan serangan jantung atau stroke semata meskipun sampeyan mantan paranormal sekalipun karena umur manusia tidak ada yang tahu dan menjadi rahasia Tuhan. Atau bisa jadi juga ARB yang sampeyan idolakan malah tidak digariskan untuk menjadi Presiden di Republik ini.
Oleh karena itu sampeyan nggak usah menunggu Lebaran Monyet baru bertobat karena sudah menjadi Destroyer bagi sepak bola nasional dan sudah banyak orang yang sampeyan rugikan selain masalah sepak bola nasional, terutama warga Surabaya dan sekitarnya.
Silakan renungkan lirik dari Band Wali yang saya tulis ini khusus buat sampeyan di bawah ini…….
Ingat mati, ingat sakit
Ingatlah saat kau sulit
Ingat ingat hidup cuman satu kali
Berapa dosa kau buat
Berapa kali maksiat
Ingat ingat sobat ingatlah akhirat
Cepat ucap Astafighrullahal’adzim
sekian dan terima kasih……….
Salam Meeeeoooooonnnngggggg
Oleh: Reza Andretti Wirawan (Pecinta Sepak Bola di Indonesia)