Virus Corona Ciptakan Peperangan Internal antara PFA dengan Premier League
BolaSkor.com - Klub-klub sepak bola di Eropa sudah mulai harap-harap cemas melihat kondisi finansial di tengah pandemi virus corona. Tanpa sepak bola tidak ada pemasukan dari penjualan tiket penonton, merchandise, dan hak siar televisi.
Pemotongan gaji pemain menjadi solusi paling ideal di tengah situasi tersebut. Bahkan di Swiss FC Sion telah mengambil keputusan ekstrim memecat sembilan pemain dengan pendapatan tertinggi secara sepihak dan memicu kontroversi.
Premier League (EPL) dan Liga Sepak Bola Inggris (EFL) disinyalir memiliki opsi untuk membahas perjanjian penangguhan upah kolektif. Ini diperuntukkan untuk membantu klub menghadapi kesulitan keuangan selama krisis corona.
Penangguhan upah kolektif itu di antaranya meliputi pemotongan gaji, penundaan, dan skema cuti. Akan tapi ide itu langsung dicoret semua oleh PFA selaku Asosiasi Pesepakbola Profesional yang meminta anggota mereka untuk tidak menerima pemotongan gaji atau penundaan tanpa izin PFA.
Baca Juga:
Berubah Pikiran, UEFA Kini Ingin Selesaikan Kompetisi Musim 2019-2020
Perdana Menteri Italia Larang Klub Serie A Gelar Latihan
Pengamat Sepak Bola Nilai Kebijakan PSSI soal Gaji 25 Persen Sudah Tepat
Hal itu menurut Mirror memicu perang saudara atau internal (civil war) antara Premier League dengan PFA. Apalagi Anggota Parlemen Inggris Julian Knight mengkritik sikap Premier League untuk memotong gaji pemain.
"Itu (pemotongan gaji) menempel di tenggorokan (teringat jelas). Ini memperlihatkan ekonomi gila dalam sepak bola Inggris dan kekosongan moral di pusatnya," cetus Julian Knight.
PFA kabarnya telah bertemu dengan pihak Premier League dan EFL namun tanpa kesepakatan mengenai penangguhan upah kolektif tersebut.
Lebih lanjut beberapa klub top Premier League seperti Tottenham Hotspur, Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City juga telah setuju dengan skema retensi yang diterapkan pemerintah. Eddie Howe manajer Bournemouth juga sepakat apabila gajinya dipotong dengan sukarela.
Alih-aling memotong gaji pemain, PFA justru mendorong klub-klub Premier League dan EFL untuk membantu klub lain yang mengalami krisis finansial karena Covid-19.
"PFA meminta untuk melihat situasi keuangan masing-masing klub sebelum kami menawarkan saran kepada para pemain tentang apakah akan menerima persyaratan yang ditawarkan," demikian pernyataan PFA.
"Sebelum menerima atau menandatangani dokumen apa pun dari klub Anda, sangat penting bahwa regu secara kolektif mendiskusikan proposal dengan PFA." Semua keputusan itu tidak akan terjadi sebelum pihak tertinggi (FA) memberi keputusan.
Arief Hadi
15.899
Berita Terkait
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On
Prediksi dan Statistik Manchester City vs Leeds United: The Citizens Cari Pelampiasan
Hasil Super League 2025/2026: Persija Persembahkan Kemenangan di HUT ke-97
Disaksikan Lebih dari 56 Ribu Penonton, Laga Persija vs PSIM Pecahkan Rekor Super League Musim Ini