BolaSkor.com - Perjalanan baru akan dimulai bagi klub debutan Championship 2026/27, De Red FC. Kehadiran tim asal Surabaya ini langsung mencuri perhatian usai menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala.
Menukangi sebuah tim yang baru lahir tentu bukan perkara mudah. Namun, pria berusia 56 tahun tersebut menyambut tantangan ini dengan penuh antusiasme tinggi.
Baca Juga:
Lini Depan Persebaya Tambah Tajam dengan Kehadiran Saddil Ramdani
Menurutnya, rintangan justru menjadi percikan yang memicu semangatnya. Sepak bola adalah tentang gairah orang-orang yang berkecimpung di dalamnya.
"Tim ini kan masih tim baru, baru pertama kali juga ada di Surabaya. Ini juga tugas tidak mudah, tetapi saya suka dengan tantangan ini. Kalau hidup enggak ada tantangan itu tidak ada adrenalinnya, enggak enak," ujarnya.
Target Menantang
Saat ditemui awak media pasca launching tim di Gedung Graha Pena, Surabaya, Kamis (10/9), mantan pelatih Persebaya itu membeberkan bahwa manajemen memberikan dua target yang menantang.
Sebagai klub baru, dirinya tentu diminta mengejar prestasi setinggi mungkin. Raihan maksimal diharapkan akan memacu semangat klub muda ini.
Kami akan berusaha semaksimal mungkin sampai mana langkah kita nanti, tapi yang jelas ya tentunya saya pribadi kepingin meraih yang terbaik,
jelas Aji.
Selain prestasi, mandat penting dari manajemen adalah memunculkan talenta-talenta muda Jawa Timur, khususnya Surabaya. Saat ini, terdapat sekitar 10 pemain muda yang masuk ke dalam skuad.
Baca Juga:
Efek Erupsi Gunung Anak Krakatau, Persebaya Keluar Lampung Estafet Lewat Jalur Darat
Walau begitu, Aji menyadari bahwa musim pertama akan menjadi fase adaptasi bagi mereka. Tetapi, ia optimis pada tahun kedua pemain minim pengalaman kompetisi ini akan lebih berkembang.
Ia merujuk beberapa nama yang berhasil diorbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Arief Catur, Saddil Ramdani hingga Marselino Ferdinan adalah nama-nama yang pernah merasakan tangan dinginnya.
"Saya tidak perlu khawatir. Karena masalah jam terbang, sudah banyak pemain-pemain yang saya munculkan ketika sebelumnya sama sekali tidak punya pengalaman. Saya juga ingin ini bisa terjadi di Red FC," tegasnya.
"Makanya saya tidak menutup kemungkinan, saya sangat atensi kepada pemain-pemain muda, anak-anak Surabaya yang punya bakat, yang belum memiliki wadah, belum punya klub. Kalau memang dia berkualitas menurut pengamatan saya, dia bisa berkembang ke depannya, pasti akan saya beri kesempatan," sambung Aji.
Cara Instan Dongkrak Performa
Menghadapi ketatnya jadwal kompetisi Championship 2026/27, De Red FC mempersiapkan total 34 pemain. Skuad yang gemuk ini juga mempertimbangkan kompetisi pendamping, League Cup.
Meski begitu, pria asal Malang itu merasa membutuhkan sentuhan terakhir yang mampu mendongkrak performa tim secara keseluruhan. Pilihan pun jatuh kepada playmaker asal Brasil.
Kami sudah deal dengan salah satu pemain asing yang ada di Brazil. Kenapa kami cari yang pernah main di Indonesia? Karena waktunya agak mepet. Kami mencari yang tidak hanya berkualitas, tetapi yang secara administrasi, dia bisa langsung terbang ke mari,
katanya.
Pulang ke Tambaksari
Kehadiran De Red FC juga menjadi momentum emosional bagi masyarakat Surabaya. Manajemen telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah kota untuk menggunakan Stadion Gelora 10 November.
Stadion yang terletak di wilayah Tambaksari tersebut merupakan saksi bisu kejayaan sepak bola Surabaya. Persebaya Surabaya dan Mitra Surabaya merupakan dua klub legendaris yang bermukim di sana.
Baca Juga:
Hasil Super League 2026/2027: Dewa United Menang, Persebaya Ditahan Imbang Bhayangkara FC
"Stadion ini lokasinya ada di pusat kota. Makanya, kalau penonton-penonton yang pecinta sepak bola ketika De Red FC main yang rumahnya dekat-deket di sana itu kan enak, tinggal jalan kaki aja. Dan mudah-mudahan alternatif ini bisa menghibur mereka," tutupnya. (Arjuna Pratama)