BolaSkor.com - Apa yang diperlihatkan Manchester United di pramusim dan di Premier League sangatlah berbeda. Bak dua tim yang berbeda, Red Devils menjalani pramusim dengan bagus tapi seketika loyo di Premier League.
Pramusim Man United bagus sampai-sampai fans dibuat optimis dengan masa depan klub, menatap musim baru, tapi setelah dua laga Premier League berlangsung, mereka dibawa kembali bak deja vu di musim lalu yang buruk.
Man United kalah dua kali beruntun lawan Brighton & Hove Albion (1-2) dan Brentford (0-4). Pemandangan dari musim lalu terulang kembali: pertahanan horor, tidak ada koordinasi di lini belakang, dan mudah ditembus di lini tengah.
Man United seyogyanya menatap positif musim baru dan juga era baru dengan Erik ten Hag, namun karena penampilan di dua laga itu aura negatif kembali menyelimuti tim.
Baca Juga:
Tegas, Erik ten Hag Siap Cadangkan Harry Maguire Kontra Liverpool
Erik ten Hag Ungkap Alasan Mau Latih Manchester United yang Terpuruk
Dukung Manchester United, tetapi Evra Prediksi Liverpool yang Akan Menang
Legenda Man United, Patrice Evra, melihat tak adanya kepercayaan diri dari para pemain seperti musim lalu. Menurutnya, Ten Hag juga tertipu dengan skuad timnya yang bermain bagus di pramusim lalu kemudian berubah di musim sesungguhnya.
"Ini deja vu dan saya tidak terkejut. Saya melihat pemain yang sama, tidak ada kepercayaan diri dan saya pikir kami terbawa oleh pramusim," tutur Evra dikutip dari Goal.
“Ketika liga dimulai, segalanya benar-benar berbeda, terkadang saya bahkan lebih suka menjalani pramusim yang buruk, maka itu berarti Anda harus bekerja keras, kaki Anda berat."
“Ketika Anda terlalu tajam di pramusim dan Anda terlihat bagus, itu berarti Anda tidak bekerja cukup keras."
"Saya juga menyalahkan Ten Hag - dia telah dibodohi oleh semua pemain itu, sama seperti manajer lain yang telah dibodohi oleh mereka."
"Di pramusim mereka terlihat sangat bagus, dan dia akan bersemangat untuk membuat mereka lebih baik, tapi tidak. Secara psikologis mereka rusak."
Para pemain jadi sasaran kritik Patrice Evra, sebab menurutnya mereka mengecewakan dan dengan gaji besar yang diterima, mereka seharusnya bisa memberikan kontribusi lebih besar serta menghormati logo klub.
"Jika mereka tidak bertarung lagi, itu karena para pemain itu tidak ingin berada di sana dan mereka tidak menghormati klub. Mari kita perjelas. Brentford unggul 4-0 setelah 35 menit," tambah Evra.
“Ketika saya melihat bahwa saya tidak terkejut, dan itulah bagian terburuknya. Apa yang kami harapkan setelah melihat lini tengah yang sama, tim yang sama, apa yang diharapkan semua orang?"
“Saya tidak tahu apakah Ten Hag menginginkan pemain yang berbeda. Saya tidak tahu apakah dia ingin menyingkirkan beberapa pemain tetapi mereka tidak bisa karena gaji mereka terlalu tinggi."
“Itulah mengapa saya marah dengan para pemain karena itu tergantung pada mereka," pungkas pria asal Prancis tersebut.