Tinggalkan Barcelona di Akhir Musim, Ada Apa dengan Xavi?

Pemain Barcelona yang mengalami penurunan performa secara kolektif musim ini
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 29 Januari 2024
Tinggalkan Barcelona di Akhir Musim, Ada Apa dengan Xavi?
Xavi Hernandez (twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Saat mengakhiri karier sebagai pemain di Barcelona, Xavi Hernandez menyampaikan pesan kepada suporter, "Saya harap ini bukan perpisahan, melainkan 'sampai jumpa lagi'."

Namun pengumuman mengejutkan Xavi bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai pelatih Barcelona pada akhir musim bisa jadi merupakan ucapan selamat tinggal.

Beberapa jam sebelumnya, raksasa Catalan mengalami kekalahan luar biasa 3-5 di kandang sendiri dari Villarreal yang terancam degradasi. Hanya tiga hari sebelumnya, tim asuhan Xavi tersingkir dari perempat final Copa del Rey di tangan Athletic Club.

Baca Juga:

5 Alasan Barcelona Pantang Memecat Xavi

Ikuti Jejak Jurgen Klopp, Xavi Hernandez Tinggalkan Barcelona di Akhir Musim

Gelar Liga Champions Tidak Akan Membuat Xavi Bertahan

Terungkap, sebenarnya Xavi sudah memutuskan untuk mundur sebelum dua laga tersebut. "Saya sudah mengambil keputusan selama berhari-hari."


Hierarki yang Tercabut

Menjelang derby Catalan yang memastikan gelar juara LaLiga untuk Barcelona pada Mei lalu, Xavi mengambil waktu sejenak untuk mengakui peran mendasar yang dimainkan oleh orang-orang di belakang layar, dengan memilih direktur sepak bola klub, Mateu Alemany, dan direktur olahraga, Jordi Cruyff. Pada awal September, kedua sosok tersebut telah meninggalkan Barcelona.

Kemudian Deco memegang kendali penuh atas transfer klub dan berulang kali dituduh memiliki hubungan buruk dengan Xavi setelah keduanya berselisih paham tentang beberapa pemain baru musim panas lalu.

Ada juga rumor yang berkembang tentang perselisihan Xavi dengan presiden Joan Laporta. Disebut sang presiden sebenarnya enggan menunjuk Xavi menjadi pelatih. Pasalnya sebelumnya Xavi secara terbuka mendukung Victor Font dalam pemilihan presiden yang akhirnya dimenangkan Laporta. Tanpa Alemany dan Cruyff, tidak ada yang bisa dijadikan sandaran bagi Xavi.


Regresi Taktik

Sebelum Xavi tiba di konferensi persnya yang tertunda setelah dibekuk Villarreal, Frenkie de Jong dengan gigih membela pelatihnya. "Ada kepercayaan penuh pada pelatih, staf pelatih melakukan pekerjaan dengan baik," ujar De Jong.

"Kami para pemain harus disalahkan, kami yang punya bakat. Jika orang tidak bisa melihatnya, maka itu salah kami."

Seringkali nasib seorang pelatih diabaikan saat menang dan disalahkan saat kalah. Namun, banyaknya pemain Barcelona yang mengalami penurunan performa secara kolektif musim ini mengisyaratkan adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan personel dan taktis.

Sistem Xavi di Barcelona belum banyak berkembang dan justru berubah menjadi kekacauan yang tidak berbentuk.

Pada laga melawan Villarreal, Xavi memainkan Ilias Akhomach sebagai starter, tetapi membuat Villarreal unggul 2-0. Pemain sayap lincah ini dimasukkan sebagai bagian dari upaya Xavi dalam melebarkan sayap. Namun, selama kampanye perebutan gelar Barcelona musim lalu, Xavi memilih bermain di lini tengah dengan hanya satu pemain sayap.

Kepergian Sergio Busquets ditambah dengan cederanya pemain tengah Barcelona yang tersisa sering kali membuat Xavi kehilangan opsi ini.

Serangkaian percobaan dan kesalahan yang terjadi di telah menghilangkan ritme permainan tim. De Jong bisa memulai dari dirinya sendiri saat menunjukkan kesalahan pemain Barcelona. Pedri dan Alejandro Balde jelas mengalami kemunduran.

Tekanan Terlalu Kuat

Dalam banyak kesempatan, Xavi menegaskan bahwa pusaran yang berputar-putar menjadikan Barcelona “klub paling sulit untuk dikelola di dunia”. Pada akhirnya, tekanannya terbukti terlalu besar.

“Itu pekerjaan yang kejam,” aku Xavi. "Ini melelahkan Anda. Di Barcelona Anda selalu merasa tidak dihargai, Anda dianiaya… begitulah cara kerja klub. Dari sudut pandang kesehatan mental, itu juga sulit. Saya orang yang positif, tapi baterainya terus-menerus habis. Dan, pada titik tertentu, Anda menyadari tidak ada gunanya tetap tinggal."

Barcelona Xavi Hernandez Breaking News
Ditulis Oleh

Yusuf Abdillah

Posts

9.919

Berita Terkait

Liga Indonesia
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Penyerang asal Brasil itu sudah absen dalam tujuh pertandingan terakhir Persija di Super League 2025/2026
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Bulu Tangkis
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Atas kedua hasil tersebut, final turnamen BWF Super 1000 itu dipastikan berjalan tanpa ada wakil Merah Putih yang bertanding.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Lainnya
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Tim besutan Risco Herlambang itu bahkan langsung fokus hadapi Jakarta Popsivo Polwan, dalam lanjutan babak reguler putaran pertama seri Pontianak di GOR Terpadu Ahmad Yani, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Liga Indonesia
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Pertandingan terakhir putaran pertama Super League 2025/2026 ini akan digelar di Stadion GBLA, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Spanyol
Meski Ruben Amorim Dipecat, Marcus Rashford Betah di Barcelona dan Enggan Kembali ke Manchester United
Pemecatan Ruben Amorim disinyalir tak mengubah niatan Marcus Rashford untuk bertahan di Barcelona, enggan kembali ke Manchester United.
Arief Hadi - Sabtu, 10 Januari 2026
Meski Ruben Amorim Dipecat, Marcus Rashford Betah di Barcelona dan Enggan Kembali ke Manchester United
Liga Indonesia
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Persib menghadapi Persija, pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Minggu (11/1) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Liga Indonesia
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Pertandingan terakhir putaran pertama Super League 2025/2026 ini akan digelar di Stadion GBLA, Minggu (11/1).
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 10 Januari 2026
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil akhir
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Malut United kalah di kandang Persebaya, sehingga laga Persib vs Persija jadi penentu siapa juara paruh musim Super League 2025/2026.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 10 Januari 2026
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Liga Indonesia
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai kekuatan Persib terletak pada sosok Bojan Hodak selaku peramu taktik.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 10 Januari 2026
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Spanyol
Final Piala Super Spanyol: El Clasico, Hansi Flick Pamer Dominasi Barcelona
Hansi Flick, pelatih Barcelona, memamerkan rekor bagus klub atas Real Madrid jelang final Piala Super Spanyol bertajuk El Clasico.
Arief Hadi - Sabtu, 10 Januari 2026
Final Piala Super Spanyol: El Clasico, Hansi Flick Pamer Dominasi Barcelona
Bagikan