BolaSkor.com - Jose Mourinho membuat keputusan mengejutkan dengan resmi kembali menangani Real Madrid. Pelatih kawakan asal Portugal tersebut memutuskan kembali ke Santiago Bernabeu setelah 13 tahun berpisah sejak kepergiannya pada 2013 silam.
Pada periode pertamanya di Madrid antara 2010 hingga 2013, Mourinho terlibat rivalitas sengit dengan Barcelona asuhan Pep Guardiola.
Kala itu, ia sukses mempersembahkan satu gelar LaLiga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol sebelum bertualang melatih Chelsea (periode dua), Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahce, hingga Benfica.
Kembalinya The Special One ke ibu kota Spanyol memicu spekulasi bahwa dirinya ingin membangkitkan kembali sentimen anti-Barcelona.
Baca Juga:
Julian Alvarez Blak-blakan Ungkap Ingin Tinggalkan Atletico Madrid
Jaga Hubungan Baik dengan Bayern Munchen, Real Madrid Bantah Incar Michael Olise
Namun, Mourinho dengan tegas membantah anggapan itu dan meluruskan niat utamanya.
Pada akhirnya, saya tidak memungkiri bahwa saya mencintai Real Madrid, dan inilah alasan mengapa saya kembali. Namun, saya sama sekali tidak memiliki perasaan buruk terhadap Barcelona,
ungkap Mourinho kepada Vanity Fair dikutip dari ESPN.
Mourinho menjelaskan bahwa tensi tinggi yang terjadi di masa lalu murni karena profesionalisme dan rasa hormat terhadap kualitas sang rival.
"Saya hanya menikmati bermain melawan mereka karena dalam sepak bola, Anda menikmati bermain melawan yang terbaik. Yang terbaik mendorong Anda untuk menjadi lebih baik dari diri Anda yang sebenarnya," lanjutnya.
Takdir Rivalitas dan Rekor Gol Bersejarah

Jose Mourinho (Foto: Getty Images)
Pelatih yang sukses mempersembahkan trofi di berbagai kompetisi Eropa ini menganggap pertemuan berulangnya dengan kubu Blaugrana sebagai sebuah suratan takdir.
Sejarah mencatat ia sudah sering menjegal raksasa Catalan tersebut bahkan sebelum ia berlabuh di Madrid.
"Namun sepak bola adalah sepak bola, dan saya bermain berkali-kali melawan Barcelona, dimulai dari Chelsea sebelum saya pergi ke Inter."
"Pertandingan besar Liga Champions bersama Chelsea, lalu pertandingan besar Liga Champions bersama Inter, dan kemudian saya pergi ke Real Madrid. Saya pikir takdir yang mempertemukan kami untuk saling berhadapan," imbuh Mourinho.
Kendati demikian, dalam sesi bincang-bincang tersebut, Mourinho merasa tidak lengkap jika tidak membahas komparasi taktik legendaris antara timnya dengan Barcelona di era keemasannya. Ia menyentil anggapan publik yang kerap mencap strateginya terlalu defensif.
"Barcelona dipandang sebagai tim yang memainkan sepak bola luar biasa. Barcelona dipandang sebagai tim yang mencetak banyak gol. Namun ini adalah kontradiksi besar."
Tim yang mencetak gol (terbanyak) dalam sejarah sepak bola Spanyol adalah Real Madrid saya pada musim 2011-2012, dengan 121 gol dan 100 poin dalam satu musim. Seberapa defensifkah tim itu?
pungkas Mourinho retoris.