BolaSkor.com - Mantan bek timnas Inggris, Kyle Walker, buka suara terkait kegagalan negaranya ke final Piala Dunia 2026. Walker tidak ketinggalan menyoroti pelatih The Three Lions, Thomas Tuchel.
Inggris harus mengubur mimpi meraih gelar juara dunia setelah kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Dalam laga tersebut, pasukan Tuchel sempat unggul melalui Anthony Gordon sebelum Argentina membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir.
Kekalahan itu memicu kritik terhadap Tuchel. Pelatih asal Jerman tersebut dinilai terlalu cepat menginstruksikan timnya bermain bertahan.
Baca Juga:
4 Rekor Buruk yang Dicatat Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
FA Pasang Badan, Thomas Tuchel Tetap Pimpin Inggris Menuju Euro 2028
Melihat hasil yang dicapai pada Piala Dunia 2026, Walker menilai tidak ada perubahan besar dengan The Three Lions yang saat ini diasuh Tuchel jika dibandingan ketika dipegang Gareth Southgate.
Thomas Tuchel datang untuk membantu Inggris meraih gelar. Tetapi sebagai seseorang yang pernah bermain di bawah asuhan Gareth Southgate, saya tidak melihat perbedaan besar antara apa yang kami lakukan di Piala Dunia ini dan apa yang kami lakukan sebelumnya,
kata Walker kepada The Sun.
Saatnya Menghargai Warisan Southgate

Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel (fifa)
Walker menilai kegagalan Inggris kembali mencapai final justru menunjukkan betapa sulitnya pencapaian yang pernah diraih Gareth Southgate.
Di bawah Southgate, Inggris berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2018 serta dua final Euro. Menurut Walker, hasil tersebut pantas mendapatkan apresiasi yang lebih besar.
"Mungkin sekarang orang-orang akan lebih menghargai apa yang telah dilakukan Gareth dan memahami betapa sulitnya menembus batas itu dalam turnamen besar," ujarnya.
Cerita yang Berulang
Menurut Walker, baginya kegagalan Inggris kali ini juga tidak mengejutkan.
Walker mengaku sudah terbiasa dengan siklus harapan dan kekecewaan yang terus mengiringi timnas Inggris selama lebih dari satu dekade terakhir.
Ini seperti cerita yang terus berulang. Selalu ada harapan besar ketika Inggris bermain, tetapi pada akhirnya kami gagal mencapai tujuan utama,
katanya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Walker menegaskan para pemain tidak layak disalahkan. Menurutnya, seluruh skuad sudah mengerahkan kemampuan terbaik mereka sepanjang turnamen.
"Saya tidak marah karena saya tahu apa yang telah diberikan para pemain dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk berada di level ini," ucap Walker.

