Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Test Event Asian Games 2018: Angkat Besi Raih Empat Emas

Empat emas disumbangkan empat lifter berbeda di test event Asian Games 2018.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Senin, 12 Februari 2018
Test Event Asian Games 2018: Angkat Besi Raih Empat Emas
Lifter putra Eko Yuli Irawan (Antara/Wahyu Putro)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Cabang olah raga angkat besi menyumbang empat emas di test event Asian Games 2018 hingga sejauh ini. Empat lifter yang menyumbangkan emas, yakni melalui Eko Yuli Irawan, Surahmat, Sri Wahyuni Agustiani, dan Dewi Safitri.

Eko Yuli meraih medali emas melalui nomor 62 kg putra di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/2). Eko Yuli membukukan total angkatan 295 kg dengan rincian 135 kg snatch dan 160 clean & jerk. Dengan begitu, Eko Yuli mengungguli lifter Muhamad Purqon, dan Jettarin Sriram (Thailand).

Sementara itu, Surahmat meraih medali emas di nomor 56 kg putra. Ia mengumpulkan total angkatan 259 kg, dengan rincian 117 kg snatch dan 142 kg clean & jerk.

Di sisi lain, Sri Wahyuni Agustiani meraih medali emas pada nomor 48 kg dengan total angkatan 187 kg, di Hall A2 7JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (11/2). Sri Wahyuni mengungguli Yolanda Putri dan Charipan Nanthawong (Thailand).

Keberhasilan Sri Wahyuni diikuti Dewi Safitri yang meraih medali emas melalui nomor 53 kg. Ia mencatat total angkatan terbaik 184 kg.

Asian games 2018 Sri Wahyuni Agustiani Eko Yuli Irawan

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan