Telinga Marc Marquez Harus Tahan Dengar Suara Miring

Penampilan Marc Marquez pada paruh pertama MotoGP 2021 pasti menuai kritikan.
Andhika PutraAndhika Putra - Rabu, 07 Juli 2021
Telinga Marc Marquez Harus Tahan Dengar Suara Miring
Marc Marquez (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kegagalan pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez pada paruh pertama MotoGP musim ini turut membuat publik ikut berkomentar. Satu di antaranya datang dari ayah Jorge Lorenzo, Chico Lorenzo.

Hingga kini, Marquez masih menjadi buah bibir publik dalam melayangkan kritikan pedasnya. Wajar saja, pembalap papan atas ini belum bisa menunjukkan performa maksimalnya hingga akhir paruh pertama MotoGP 2021.

Memang kegagalan ini tidak terlepas dari cedera yang belum sembuh. Namun, bukan berarti hal ini dapat terus dijadikan alasan bagi Marquez.

Tengok saja pada saat berlangsungnya MotoGP Jerman. Marquez mampu menunjukkan kemampuannya kala mengalami cedera.

Sayangnya pertunjukkan yang ditampilkannya seolah hanya sebatas ‘numpang lewat’. Sebab pada seri selanjutnya, lagi-lagi Marquez kembali menunjukkan performa yang buruk.

Hal ini lantas membuat Chico Lorenzo angkat bicara. Dia mengaku terkejut karena Marquez tidak dapat mempertahankan konsistensi performanya saat MotoGP Belanda.

Baca Juga:

Terungkap Alasan Vinales Hengkang dari Yamaha

Tim Suzuki Alami Krisis Manajemen

“Saya terkejut bahwa Marquez tertinggal sangat jauh. Namun, bagi dia ketinggalan jauh bukanlah masalah besar. Dia mampu melaju dengan baik di lap pertama,” jelasnya dikutip dari tuttomotoriweb.it.

“Saya berpikir jika orang ini ingin mempelajari sesuatu, maka dia tidak mempelajarinya. Masih seperti Marc Marquez yang sama dimana dia hidup pada limit setiap lap dan tidak puas dengan hal apapun kecuali meraih kemenangan. Dia akan melakukan hal apapun untuk menang,” lanjutnya.

Chicho melihat sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Marquez pada dasarnya sangatlah bagus karena mampu menampilkan pertunjukkan yang menarik seperti saat dirinya berlomba di MotoGP Jerman.

Namun sayangnya pada MotoGP Belanda Marquez tidak dapat mempertahankan tekat tersebut. Alhasil pertunjukkan yang ditampilkan Marquez menjadi kurang menarik.

“Jika dia menunjukkan balapan yang epic dengan finish terakhir dan bertempur untuk kemenangan, maka itu bagus. Masalahnya adalah dia akan memulai balapan duluan dan kemudian langsung menyerah. Melihat momen ini tentunya akan menimbulkan ketertarikan (dalam menonton) yang kecil,” tutupnya.

Penulis: Bintang Rahmat

Breaking News Motogp MotoGP 2021 Marc marquez

Berita Terkait

MotoGP
MotoGP Indonesia Pecahkan Rekor Penonton, Menpora Erick: Perpanjangan Kontrak Tunggu Keputusan Presiden
MotoGP Mandalika 2026 cetak rekor 157 ribu penonton dan dongkrak ekonomi daerah. Menpora Erick sebut perpanjangan kontrak tunggu arahan Presiden.
Gazza Roosaryatama - Senin, 12 Oktober 2026
MotoGP Indonesia Pecahkan Rekor Penonton, Menpora Erick: Perpanjangan Kontrak Tunggu Keputusan Presiden
Italia
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
Statistik Goncalo Ramos bersama AC Milan jadi sorotan! Baru cetak satu gol di Serie A, Rossoneri terancam mengulang kesalahan transfer striker.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
MotoGP
Marco Bezzecchi Terima Trofi MotoGP Indonesia dari Menpora Erick, Media Italia Beri Sorotan
Marco Bezzecchi juara MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika. Momen penyerahan trofi oleh Menpora Erick Thohir turut disorot media Italia, Sky Sport.
Gazza Roosaryatama - Senin, 12 Oktober 2026
Marco Bezzecchi Terima Trofi MotoGP Indonesia dari Menpora Erick, Media Italia Beri Sorotan
Liga Indonesia
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
The Jakmania Cikampek diserang di Tol Palikanci saat pulang dari Bantul. Sejumlah anggota terluka, termasuk perempuan, PP The Jakmania minta kasus diusut.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Oktober 2026
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
Liga Indonesia
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Tim EPA Persib U-18 diserang di Rest Area Batang hingga bus rusak dan koper diduga dijarah. Manajemen Persib mengecam keras dan mendesak pelaku diproses hukum.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Udinese, Kebagian Jatah Live di ANTV?
Torino vs Udinese tersaji pada pekan keenam Serie A 2026/2027. Cek jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming Vidio di sini!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Udinese, Kebagian Jatah Live di ANTV?
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Levante vs Sevilla, Live di Sini!
Levante vs Sevilla tersaji Selasa dini hari WIB di LaLiga 2026/2027! Simak link streaming Vidio, jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, dan head to head kedua tim. Mampukah Sevilla bangkit?
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Levante vs Sevilla, Live di Sini!
Liga Indonesia
Kakang Butut Menggema di Stadion, Igor Tolic: Suporter Salah Sasaran
Persib ditahan Dewa United 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat. Teriakan 'Kakang Butut' terdengar dari tribun, Igor Tolic langsung pasang badan membela Kakang Rudianto!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Kakang Butut Menggema di Stadion, Igor Tolic: Suporter Salah Sasaran
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Coventry City vs Newcastle United, Live di Sini!
Coventry City vs Newcastle United berlangsung Selasa dini hari WIB! Simak link streaming Vidio, jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, dan head to head kedua tim di Premier League 2026/2027.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Coventry City vs Newcastle United, Live di Sini!
Liga Indonesia
Kronologi Tim EPA Persib Bandung Diserang di Rest Area Batang, Malam yang Mencekam
Rombongan EPA Persib diserang di Rest Area Batang KM 360. Bus rusak, koper dijarah, dan Media Officer Pandu Persada dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Polisi turun tangan!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Kronologi Tim EPA Persib Bandung Diserang di Rest Area Batang, Malam yang Mencekam
Bagikan