Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Taktik 3-4-2-1 yang Dapat Mengubah Peruntungan Timnas Inggris di Final Euro 2024

Permainan Inggris membaik sejak menggunakan taktik 3-4-2-1.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 12 Juli 2024
Taktik 3-4-2-1 yang Dapat Mengubah Peruntungan Timnas Inggris di Final Euro 2024
Declan Rice dan Kobbie Mainoo (Foto: Richard Sellers/Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Sempat diragukan karena performa yang tidak meyakinkan di laga-laga awal Euro 2024, timnas Inggris tetap menjaga catatan tak pernah kalah hingga akhirnya mencapai final untuk dua kali beruntun di bawah arahan Gareth Southgate.

Inggris mengalahkan Belanda dengan skor 2-1 di semifinal setelah sebelumnya menang 2-1 atas Slovakia dan menang adu penalti kontra Swiss. Southgate jadi pelatih ketiga yang mencapai dua final Euro selain Helmut Schon (Jerman pada 1972 dan 1976) dan Berti Vogts (Jerman pada 1992 dan 1996).

Di bawah arahannya juga, Inggris mencapai final dua kali dari empat turnamen besar sejak 2016, sebelumnya Inggris hanya sekali mencapai final pada 23 kesempatan, baik itu di Piala Dunia dan Euro.

Salah satu perubahan yang diberikan Southgate adalah mengubah taktik 4-2-3-1 menjadi 3-4-2-1. Pergantian itu efisien untuk The Three Lions, yang sebelumnya bermain tanpa keseimbangan dan kerja sama yang bagus pada taktik 4-2-3-1.

Baca Juga:

Terlepas dari Hasil Final Euro 2024, Masa Depan Gareth Southgate di Timnas Inggris Sudah Ditentukan

Legenda Manchester United Klaim Inggris Tidak Layak Dapat Penalti

Kondisi Cedera Alvaro Morata Jelang Final Spanyol Vs Inggris

Gareth Southgate (Foto: UEFA)

Saat menggunakan formasi 4-2-3-1, Southgate menempatkan Trent Alexander-Arnold sebagai pivot (gelandang jangkar) bersama Declan Rice, dan itu mengubah keseimbangan Inggris, terutamanya karena Alexander-Arnold bukan gelandang tengah.

Alexander-Arnold mulai dicadangkan dan digantikan Kobbie Mainoo, hasilnya pun positif. Duet Mainoo-Rice tak tergantikan dan semakin padu pada taktik 3-4-2-1.

"Melihat Italia mengangkat trofi itu akan menghantui saya selamanya," terang Rice mengingat kegagalan di Euro 2020, dikutip dari Guardian.

"Kami tahu apa yang harus kami lakukan dibandingkan sebelumnya, dalam hal bagaimana mengendalikan permainan, tidak duduk diam seperti yang kami lakukan di turnamen sebelumnya dan ketika Italia datang kepada kami. Kami tahu bagaimana kami bisa memenangkan final ini."

Beda 3-4-2-1

Menurut tulisan Jacob Steinberg di Guardian, formasi 3-4-2-1 Inggris pada Euro 2020 lebih diterapkan dengan rasa 'takut kalah' hingga mereka cenderung hati-hati, alhasil Italia memiliki momentum untuk melakukan comeback.

Kali ini 3-4-2-1 Inggris berbeda dan lebih ofensif. Jika pada Euro 2020 secara harafiah ada delapan pemain bertahan yang ditempatkan Southgate, kali ini berbeda.

Pada posisi bek sayap ada Bukayo Saka yang notabene winger kanan dan punya naluri bermain ofensif. Mainoo punya kreativitas bermain lebih baik dari Kalvin Phillips, serta Jude Bellingham dan Phil Foden pemain nomor 10 (gelandang serang) lebih baik ketimbang Mason Mount dan Raheem Sterling.

Timnas Inggris (Foto: Getty Images)

"Dalam dua pertandingan terakhir kami berbicara tentang Swiss dan Belanda dan bagaimana mereka menguasai bola, tapi kami menjaga bola dengan baik, atau bahkan lebih baik," imbuh Rice.

"Saya merasa sangat baik dengan Kobbie di sana, bermain sangat berdekatan. (John) Stones dan tiga bek sangat membantu. Jude dan Phil di posisi 10 sangat membantu."

"Saat kami bertahan, kami merasa solid. Peningkatan dari Euro terakhir dalam lima pemain belakang adalah kami menjaga penguasaan bola dengan lebih baik. Anda memiliki pemain di level klub yang terbiasa mengambil bola di bawah tekanan dan bermain dengan tekanan itu."

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Dengan taktik 3-4-2-1 Inggris yang lebih seimbang pada fase defensif dan ofensif, kans Inggris mengakhiri penantian tak pernah juara Euro terbuka lebar. Tapi tidak akan mudah mewujudkannya, sebab lawannya adalah Spanyol yang selalu menyapu bersih laga dengan kemenangan di Euro 2024.

Euro 2024 Inggris Timnas Inggris

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Eropa
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Status sebagai tuan rumah ternyata tidak menjamin Inggris langsung tampil di Euro 2028.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Piala Dunia
Ranking FIFA Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Puncak, Bagaimana Timnas Indonesia?
Ranking FIFA terbaru usai Piala Dunia 2026 menempatkan Spanyol di posisi pertama menggeser Argentina. Sementara itu, peringkat Timnas Indonesia tetap di urutan 118.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Ranking FIFA Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Puncak, Bagaimana Timnas Indonesia?
Piala Dunia
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Argentina gagal juara Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol. Kekalahan itu memperpanjang kutukan tim yang menyingkirkan Inggris sejak Piala Dunia 2018.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Inggris
Legenda Liverpool dan Pemenang Dua Ballon d'Or, Kevin Keegan Meninggal Dunia
Dunia sepak bola berduka. Kevin Keegan, legenda Liverpool dan timnas Inggris, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Arief Hadi - Senin, 20 Juli 2026
Legenda Liverpool dan Pemenang Dua Ballon d'Or, Kevin Keegan Meninggal Dunia
Sosok
Pau Cubarsi: Tiga Tahun Lalu Main di JIS, Kini Juara Piala Dunia 2026
Pau Cubarsi menjadi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.
Rizqi Ariandi - Senin, 20 Juli 2026
Pau Cubarsi: Tiga Tahun Lalu Main di JIS, Kini Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Kecuali Pep Guardiola Tersedia, Inggris Disarankan Tidak Pecat Thomas Tuchel
Wayne Rooney meminta FA tetap mempertahankan Thomas Tuchel. Menurutnya, hanya Pep Guardiola yang layak menjadi pengganti pelatih Inggris.
Arief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Kecuali Pep Guardiola Tersedia, Inggris Disarankan Tidak Pecat Thomas Tuchel
Ragam
Ketika 2 Juara Euro Mempertegas Dominasi dengan Titel Piala Dunia
Hanya dua negara yang pernah menjuarai Euro dan Piala Dunia secara beruntun. Spanyol kini selangkah lagi mencatat sejarah baru.
Arief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Ketika 2 Juara Euro Mempertegas Dominasi dengan Titel Piala Dunia
Piala Dunia
Sederet Rekor Tercipta, Prancis vs Inggris Jadi Perebutan Tempat Ketiga Paling Gila dalam Sejarah Piala Dunia
Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Prancis berubah menjadi pesta gol yang penuh rekor.
Yusuf Abdillah - Minggu, 19 Juli 2026
Sederet Rekor Tercipta, Prancis vs Inggris Jadi Perebutan Tempat Ketiga Paling Gila dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia
Prancis Dilumat Inggris 4-6, Perpisahan Pahit Didier Deschamps
Didier Deschamps mengakhiri kiprahnya bersama Prancis setelah kalah 4-6 dari Inggris. Mbappe dan FFF memberikan penghormatan emosional.
Arief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Prancis Dilumat Inggris 4-6, Perpisahan Pahit Didier Deschamps
Piala Dunia
Terima Medali Perunggu di Piala Dunia 2026, Tim Terbaik Timnas Inggris?
Inggris menutup Piala Dunia 2026 dengan medali perunggu usai mengalahkan Prancis 6-4. Harry Kane menyebut skuad ini sebagai salah satu yang terbaik.
Arief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Terima Medali Perunggu di Piala Dunia 2026, Tim Terbaik Timnas Inggris?
Bagikan