Star Syndrome, Momok Besar bagi Pesepak Bola Muda Indonesia

Fenomena star syndrome pada dunia sepak bola bukan hal asing lagi.
Hadi FebriansyahHadi Febriansyah - Kamis, 06 Agustus 2020
Star Syndrome, Momok Besar bagi Pesepak Bola Muda Indonesia
Garuda Select. (PSSI)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Fenomena star syndrome pada dunia sepak bola bukan hal asing. Para pemain muda sangat mudah mencapai kata puas dan merasa sudah seperti bintang dalam perjalanan karier yang masih seumur jangung.

Ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk seharusnya dijadikan pedoman para pemain muda. Bukan ketenaran yang justru membuat karier sepak bola mereka meredup ketika memasuki usia emas dalam sapak bola.

Fenomena ini menarik dalam dunia sepak bola. Ketika sedang berada dalam puncak performa, pemain-pemain justru seperti lupa daratan dan bermain tidak sesuai dengan ekspektasi.

Baca Juga:

TC Timnas Indonesia U-16 Akan Kembali Digelar di Bekasi pada 9 Agustus 2020

Segrup Timnas Indonesia U-16, Pelatih Jepang Beberkan Kekurangan Timnya

Syamsir Alam sempat digadang-gadang menjadi bintang di sepak bola Indonesia justru menghilang begitu saja. Syamsir yang merupakan jebolan SAD Uruguay kini tak aktif sebagai pesepak bola profesional dan malah banting setir ke dunia entertain.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti perlahan sudah melihat fenomena ini. Bima Sakti membatasi para pemainnya agar tidak terkena sindrom tersebut. Salah satu hal yang dilakukannya adalah membatasi media sosial.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti. (PSSI)

"Saya ingin mereka bijak menggunakan media sosial. Kami sangat mewanti-wanti masalah media sosial itu karena dapat berpengaruh ke mental pemain. Handphone-nya dikumpulkan semua, nanti setelah asar baru diizinkan menggunakannya sampai jam 21.00 WIB," ujar Bima.

Media sosial tampak punya peran penting dalam perjalanan karier pesepak bola. Hal tersebut diakui oleh pelatih penjaga gawang Timnas Indonesia U-16, Markus Haris Maulana atau yang biasa lebih dikenal dengan Markus Horison.

Baca Juga:

Bima Sakti Berharap TC Timnas Indonesia U-16 Selanjutnya Bisa Lebih Optimal

Penegasan Ambisi dari Gelandang Jepang Jadi Peringatan bagi Timnas Indonesia U-16

Mantan penjaga gawang PSMS Medan itu menegaskan bahwa pemain sepak bola seharusnya mengurangi penggunaan sosial media. Bahkan Markus menyebutkan bahwa pemain bola itu atlet bukan seorang artis.

"Salah satu yang membuat penampilan pesepak bola menurun adalah sosial media. Jadi pemain harus kurangi sosial media, karena mereka itu atlet bukan artis. Jadi yang harus ditonjolkan itu prestasi bukan sensasi," ujar Markus ketika dihubungi oleh BolaSkor.com.

Senada dengan Markus dan Bima, Ponaryo Astaman juga turut mengomentari hal ini. Bahkan mantan pemain PSM Makassar itu menilai perlu mendatangkan psikolog untuk bisa mengembalikan mental pemain. Karena bagaimana pun mereka harus kembali ke performa terbaik mereka.

“Latihan yang maksimal dan kembali fokus untuk meraih apa yang sudah menjadi tujuan utama mereka. Bahkan kalau perlu mereka harus mendatangkan psikolog untuk kembali membangun mental mereka dan bisa kembali bermain seperti semula,” ujar Ponaryo Astaman.

Bambang Pamungkas. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Sementara, Indriyanto Nugroho berharap pemain muda Indonesia bisa menjaga diri. Dengan attitude baik, pemain seharusnya bisa membalas pujian dengan prestasi bukan kesombongan.

Dia juga mengakui, era memang sudah berubah. Berbeda ketika jaman dulu saat masih eksis bermain. Rekan satu angkatannya seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas sempat menerima hal ini, tapi mereka bisa menjaga attitude sehingga menjadi seperti sekarang.

“Pertama jelas kembali ke attitude pemain itu sendiri bagaimana mereka menyikapi itu semua, karena itu yang membuat performa pemain mau bagus atau buruk. Saya rasa mereka juga tidak siap menerima hal ini, sebenarnya kalau mereka pintar dan mau, ini bisa dijadikan ajang mereka untuk bisa terus mengembangkan penampilan mereka,” kata Indri.

“Sekarang siapa yang tidak kenal Bepe dan Kurniawan, pada jaman ya mereka juga mungkin mendapat hal yang sama seperti pemain muda sekarang. Tapi mereka sudah siap dah kedua orang itu mampu menampilkan performa mereka hingga sekarang. Diatas langit masih ada langit itu yang harus mereka tahu,” pungkas Indri.

Markus haris maulana Bambang pamungkas Indriyanto nugroho Bima sakti Ponaryo astaman Timnas Indonesia Timnas Indonesia U-16 Timnas Indonesia U-19

Berita Terkait

Timnas
Indonesia Incar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Waspadai Geliat Naturalisasi Malaysia dan Vietnam
Timnas Indonesia targetkan juara FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI terus waspadai gelombang naturalisasi Malaysia dan Vietnam.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Indonesia Incar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Waspadai Geliat Naturalisasi Malaysia dan Vietnam
Timnas
Timnas Indonesia Hadapi Negara Timur Tengah di FIFA Matchday November
Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni laga tandang ke Timur Tengah pada FIFA Matchday November. Yordania jadi salah satu calon lawan.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Timnas Indonesia Hadapi Negara Timur Tengah di FIFA Matchday November
Timnas
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Kelme resmi merilis jersey ketiga Timnas Indonesia dengan warna biru muda dan motif bunga melati. Jersey tersedia dalam versi Player Issue dan Replica.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Timnas
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Jay Idzes mengalami cedera otot quadriceps paha kiri saat Sassuolo melawan Juventus. Bek Timnas Indonesia itu diperkirakan absen 4-6 pekan.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Timnas
FIFA ASEAN Cup 2026: 4 Pilar Utama Terancam Absen, Erick Thohir Minta John Herdman Siapkan Plan B
Timnas Indonesia terancam tampil tanpa 4 pilar di FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera. Erick Thohir minta John Herdman siapkan skema alternatif.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 15 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: 4 Pilar Utama Terancam Absen, Erick Thohir Minta John Herdman Siapkan Plan B
Liga Indonesia
Erick Thohir Pastikan Persija Tak Bisa Pakai SUGBK untuk Hadapi Java United
Persija Jakarta tidak bisa menggunakan SUGBK saat menjamu Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 karena persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Erick Thohir Pastikan Persija Tak Bisa Pakai SUGBK untuk Hadapi Java United
Liga Indonesia
Persija vs Persib, Shin Tae-yong Singgung Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen
Shin Tae-yong memuji Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen jelang Persija vs Persib. Keduanya pernah menjadi anak asuhnya di Timnas Indonesia.
Rizqi Ariandi - Rabu, 09 September 2026
Persija vs Persib, Shin Tae-yong Singgung Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen
Timnas
Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas Indonesia U-16
TC Timnas Indonesia U-16 digelar pada 12 September hingga 11 Oktober 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 08 September 2026
Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas Indonesia U-16
Spanyol
Mantan Pemain Rayo Vallecano, Jordi Amat Kirim Pesan Penting untuk Emil Audero
Jordi Amat turut bahagia melihat Emil Audero bergabung dengan Rayo Vallecano. Emil menjadi pemain Timnas Indonesia pertama yang membela klub LaLiga tersebut.
Rizqi Ariandi - Kamis, 03 September 2026
Mantan Pemain Rayo Vallecano, Jordi Amat Kirim Pesan Penting untuk Emil Audero
Spanyol
Dipinjamkan ke Rayo Vallecano, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Gagal Tampil di Liga Champions
Emil Audero resmi dipinjamkan Como ke Rayo Vallecano untuk musim 2026/2027. Kiper Timnas Indonesia itu dipastikan gagal tampil di Liga Champions.
Rizqi Ariandi - Rabu, 02 September 2026
Dipinjamkan ke Rayo Vallecano, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Gagal Tampil di Liga Champions
Bagikan