BolaSkor.com – Legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyampaikan pengakuan mengejutkan terkait kondisinya saat ini.
Sosok berusia 84 tahun tersebut mengutarakan kekhawatirannya tidak sempat menyaksikan stadion baru Setan Merah akibat teringat akan kematian.
Dalam buku terbarunya yang berjudul Games of My Life, Ferguson merefleksikan sisa usianya setelah berhasil melewati berbagai masa sulit kehidupan.
Ia pernah bertahan dari pendarahan otak hebat pada 2018 lalu serta kehilangan sang istri tercinta, Lady Cathy.
Baca Juga:
Ferguson mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak takut menghadapi kematian.
Namun, mantan manajer yang mempersembahkan 13 gelar Premier League itu tak menampik bahwa ingatan tentang ajal kerap terlintas di pikirannya.
Saya bukan orang yang merenungi apa yang telah disiapkan Pencipta untuk saya, dan saya juga tidak takut mati. Kematian selalu ada bersama kita, bahkan di saat-saat yang paling tidak terduga,
tulis Ferguson dalam bukunya.
"Saya jauh lebih tertarik untuk memanfaatkan hidup sebaik-baiknya."
"Ada banyak hal yang ingin saya lakukan dan banyak orang yang ingin saya ajak menghabiskan waktu bersama," tambahnya.
Kematian dan Kekhawatiran Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson (bbc)
Rasa cemas itu timbul saat Manchester United mengumumkan rencana pembangunan stadion megah berkapasitas 100.000 penonton, berbiaya 2 miliar poundsterling.
Proyek pengganti Old Trafford tersebut diperkirakan memakan waktu pengerjaan sekitar lima hingga enam tahun.
"Namun, sesekali, kematian terlintas di pikiran saya."
Baca Juga:
"Ketika United mengumumkan rencana mereka untuk stadion baru yang fantastis untuk menggantikan Old Trafford, saya mendapati diri saya bertanya-tanya apakah saya akan ada di sana untuk merayakan pembukaannya," tutur Ferguson.
Saya berharap mereka bisa segera melakukan peletakan batu pertama, karena jika butuh waktu lima tahun untuk menyelesaikannya, usia saya akan mendekati sembilan puluh tahun.
"Bagaimanapun, saya tahu saya akan berada di upacara itu dengan satu atau lain cara – secara langsung atau dalam bentuk roh," lanjut sang legenda.
Masa Kritis
Dalam bukunya, Ferguson juga mengenang kembali masa kritis saat ia berjuang melawan pendarahan otak pada Mei 2018.
Ferguson menyebut, hanya dua dari lima pasien yang menjalani operasi serupa di Salford Royal pada hari itu yang berhasil selamat.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Eks Tangan Kanan Sir Alex Ferguson Lewati Rekor yang Bertahan 16 Tahun
"Dunia saya sangat dekat dengan kehancuran. Saya selamat bukan karena mendapat perlakuan khusus, tetapi karena serangkaian peristiwa yang beruntung."
"Hati saya tertuju pada keluarga mereka yang tidak seberuntung saya hari itu. Saya beruntung masih berada di sini," pungkasnya.