Sosok Mendiang Bos Leicester di Mata Sven-Goran Eriksson
BolaSkor.com - Kabar duka tengah menyelimuti sepak bola Inggris. Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, dikonfirmasi pihak klub meninggal dunia menyusul insiden jatuhnya helikopter di area parkir King Power Stadium.
Helikopter jatuh pasca lepas landas setelah laga pekan 10 Premier League antara Leicester City kontra West Ham United berakhir (imbang 1-1). Vichai meninggal dunia beserta empat orang lainnya yang ada di dalam helikopter Augusta Westland AW-169 miliknya.
Seluruh penggawa Leicester, figur-figur sepak bola, dan klub-klub sepak bola Eropa turut memberikan ucapan belasungkawa yang membanjiri linimasa media sosial. Vichai, 60 tahun, bukan sekedar 'orang biasa' bagi Leicester.
Pria yang terkenal dermawan itu membesarkan Leicester dengan keseriusan tinggi dan visi menjadikan klub sebagai tim papan atas Premier League. Vichai membeli saham besar Leicester pada 2010 dan di musim 2015-16 menjadi klimaks dari kerja kerasnya: The Foxes juara Premier League.

Sven-Goran Eriksson, pelatih yang baru ditunjuk melatih timnas Filipina, salah satu sosok yang mengenal Vichai. Eriksson pernah melatih Leicester di musim 2010-11. Kendati dipecat Vichai, ia tidak mendendam karena performa Leicester di bawah asuhannya memang buruk.
"Ketika saya datang ke klub dia (Vichai) berkata dia ingin menjadikannya (Leicester) sebagai klub besar Premier League, tidak ada rahasia tentangnya. Dia memecat saya, tapi saya pikir dia telah melakukannya dengan baik, karena saya membeli pemain-pemain yang salah," tutur Eriksson di Dailymail.
Lebih lanjut menurut pelatih asal Swedia itu, Vichai adalah sosok yang sangat memerhatikan Leicester dan selalu datang di stadion menyaksikan tim bertanding. Andil pria kelahiran Bangkok, 4 April 1958 sangatlah besar dalam membesarkan Leicester.

"Kabar yang mengerikan. Saya mengenal keseluruhan keluarga dan juga ayahnya. Apa yang dilakukannya di Leicester sangatlah hebat. Dia menjadikan klub dari divisi kedua memenangi divisi pertama, dan menjadi klub besar Premier League hari ini, fantastis," papar Eriksson.
"Dia selalu ada di sana dengan keluarganya. Saya pikir dia selalu melihat pertandingan saya ketika saya melatih di sana, dan dia berperan seperti halnya keseluruhan keluarga, mereka ada di sesi latihan, berbicara kepada manajer, keluarga, mereka fantastis bagi klub."
Selamat jalan, Vichai Srivaddhanaprabha, jasa-jasa Anda tidak akan pernah dilupakan dalam membesarkan Leicester City dan menciptakan sejarah di Premier League.
Arief Hadi
15.895
Berita Terkait
Statistik Memperlihatkan, Sulit bagi Chelsea Mengalahkan Arsenal
Mauricio Souza Tak Mau Bertemu Pemain Persija Dulu Usai Kalahkan PSIM di SUGBK
Persija Berharap Kembali ke JIS saat Jamu Bhayangkara FC
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On